Ketik disini

Metropolis

PU Siapkan Rp 9 M

Bagikan

MATARAM – Pada 2016 ini, Mataram nyaris bebas banjir. Ini buah dari perbaikan saluran drainase dan irigasi di sejumlah tempat.

Tidak ingin terlena, Dinas PU Kota Mataram kembali menganggarkan dana besar. Total, Rp 9 miliar disiapkan hanya untuk perbaikan saluran irigasi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PU Kota Mataram H Mahmuddin Tura. “Salah satunya sebagai antisipasi kita terhadap banjir. Perbaikan irigasi ini juga untuk irigasi sawah dan kelancaran saluran pembuangan,” kata dia.

Dijelaskan, anggaran tersebut untuk memperbaiki saluran irigasi di seluruh wilayah Kota Mataram. Khususnya di wilayah Sekarbela.

Sekarbela, khususnya di Lingkungan Batu Ringgit, masih rentan terkena banjir. Sebab, di beberapa titik, ada saluran irigasi yang macet karena sampah yang menumpuk dan tingginya sedimentasi.

“Selama ini, kan itu yang menjadi pemicunya. Jadi kalau irigasinya sudah lancar, kita berharap banjir tidak terjadi lagi,” kata dia.

Di tempat terpisah, Kepala Lingkungan Batu Ringgit, Ainudin mengungkapkan, kini ia dan warganya bisa tidur nyenyak tanpa khawatir banjir datang.

“Memang sekarang sedimentasinya sudah banyak dikeruk. Jadi bagaimanapun besar air hujan yang datang, Alhamdulillah belum pernah terjadi banjir lagi,” akunya.

Apalagi dengan adanya rencana perbaikan saluran irigasi, ia berharap lingkungannya yang biasa dilanda banjir sejak puluhan tahun, bisa bebas banjir. “Kami juga sudah dijanjikan kalau jembatan yang biasa menghadang air di lingkungan kami akan diperbaiki Desember nanti,” bebernya.

Selain fokus pada salurann irigasi, Dinas PU masih memeiliki tugas memperbaiki jalan lingkungan dan program sanitasi 100-0-100. Kadis PU Mahmudin Tura mengatakan, saat ini masih ada sekitar 280 kilometer jalan lingkungan yang belum diperbaiki.

“Itu harus masuk K1 dulu agar bisa mendapat SK. Baru kita bisa perbaiki,” kata dia.

Sedangkan untuk sanitasi, PU mengaku kesulitan membangun sanitasi yang baik bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kota Mataram. Lantaran kondisi tanah yang tidak mendukung.

“Ini yang sedang kami gencarkan (program sanitasi, Red). Tapi kami kesulitan karena ada yang baru digali satu meter sudah keluar air. Misalnya seperti di wilayah Banjar, Ampenan,” bebernya. (ton/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka