Ketik disini

Headline Metropolis

Bukan Calon Boneka!

Bagikan

MATARAM – Seleksi calon Sekretris Daerah (Sekda) Kota Mataram tidak pernah luput dari isu dan desas desus soal calon titipan. Sebelum seleksi dimulai, kepala daerah sudah memiliki jagoan sendiri.

Ketua Pansel Sekda Kota Mataram Dr Muazar Habibi sendiri mengakui, desas desus seperti ini terjadi hampir di semua daerah yang menseleksi sekda. Tapi ia membatah dan menegaskan pansel akan bekerja secara terbuka dan independen.

Menanggapi hal ini, para calon sekda juga ramai-ramai membantah. Mereka tidak mau  dianggap hanya sebagai calon pelengkap.

Seperti H Kemal Islam, ia menegaskan maju sebagai calon karena merasa terpanggil untuk maju, bukan karena disuruh pihak manapun. ”Saya mendaftar dari hati paling tulus, makanya mendaftar,” tegasnya.

Karena memenuhi syarat, ia membulatkan niat menjadi seorang sekda. Sampai akhirnya mendapat restu dari wali kota untuk ikut berkompetisi. Jadi keikut sertaannya dalam seleksi ini bukan sekedar formalitas sebagai calon pelengkap.

”Tidak, kita bersungguh-sungguh, bukan main-main,” tegas kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram ini.

Kemal menegaskan, ia mendaftar menjadi calon sekda karena ia ingin memberikan pengabdian lebih kepada masyarakat Kota Mataram yang merupakan kota kelahirannya. Tentunya, setiap diberikan tanggungjawab dan amanah yang luas, ia akan berbuat lebih baik.

Terkait kapasitas, Kemal mengaku bisa mengukur kemampuan dirinya. Sebagai pejabat yang memulai karir dari bawah ia memiliki segudang pengalaman untuk memimpin. Hal ini akan dibuktikan pada saat tes nanti. Semua orang bisa menilai kemampuan dan kapasitasnya.

Jika dipercaya menjadi sekda, Kemal ingin melakukan perubahan. Misalnya dalam hal disiplin. Seorang sekda harus memberikan teladan yang baik bagi bawahannya. Tidak bisa hanya dengan main suruh-suruh.

”Hal-hal seperti ini yang ingin kita rubah, tidak cukup dengan bicara saja. Harus juga ditunjukkan dengan perbuatan,” ujarnya.

Menghadapi tes pembuatan makalah hari ini (10/8), Ia mengaku tidak ada persiapan khusus. Hanya saja ia belajar menggali pengetahuan yang tidak pernah dipelajari. Sebab selama ini mereka fokus pada tugas di dinas.

Tapi ketika menjadi sekda, pengetahuan tentang pemerintahan harus digali lebih dalam. Tema-tema makalah yang diuji akan dipelajari terlebih dahulu.

Sementara itu, Plt. Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengaku sudah siap menjalani tes yang akan dilakukan Pansel Kota Mataram. Tapi tidak ada persiapan terlalu khusus. Sebab sampai kemarin, ia masih disibukkan dengan tugas sehari-hari sebagai sekda.

”Kita ikuti saja jadwal yang sudah dibuat pansel,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, H Khalid melakukan periapan maksimal jelang tes membuat makalah. “Ya ini kita persiapkan dengan matang. Agar makalah yang ditulis nanti bukan hanya sekadar menjadi sarat, melainkan makalah yang memang dibutuhkan Kota Mataram dan kita sendiri bisa merealisasikannya,” kata Khalid.

Saat ditemui di ruangannya, ia nampak berdiskusi merancang makalah dengan sejumlah Kabid dan Kasi Dishubkominfo Kota Mataram. Untuk menghasilkan makalah yang matang, menurutnya butuh pemikiran dan ide-ide segar agar.

Khalid berjanji, karya ilmiah yang dibuat dan dipresentasikan nanti bukanlah sekadar formalitas belaka. Melainkan berdasarkan realita permasalahan kota yang telah dicarikan solusinya.

Kepada wartawan Lombok Post, Khalid menunjukkan surat yang diterimanya dari Pansel. Ia membeberkan ada tujuh materi yang bisa dipilih sebagai landasan pembuatan makalah.

Ia nampak berupaya mempelajari materi dengan baik. Semua persiapan ini dilakukan karena ia merasa butuh persiapan yang matang untuk mengikuti semua tahapan seleksi.

Menurutnya posisi Sekda adalah jabatan strategis. Bisa memberi dampak terhadap banyak hal. Sehingga, jika ingin mengincar jabatan ini, maka butuh persiapan maksimal.

“Dengan menjadi sekda, kita bisa mengamankan kebijakan pimpinan. Menajamkan program semua SKPD, hingga peningkatan pelayanan publik. Jadi sudah sepantasnya kita siapkan dengan matang. Bukan hanya jadi pelengkap,” kata dia.

Ia terlihat sangat optimis menyiapkan makalah yang akan ditulis hingga dipresentasikan nanti. Rasa percaya diri terlihat dari raut wajahnya meskipun para pesaingnya juga dalam beberapa kesempatan tak mau kalah. Misalnya saja seperti Kepala Dinas PKP, H Mutawali yang juga menjadi salah satu pendaftar calon Sekda.

Mutawali, merupakan salah satu pesaing kuat Khalid selain Asisten II Setda Kota Mataram H Efendi Eko Saswito dan Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram H Kemal Islam. Mutawali sudah menegaskan kesiapannya karena ia merasa cukup punya pengalaman.

“Saya ini pejabat dari bawah. Bukan pejabat karbitan,” kata dia.

Tak mau kalah dari Khalid, Mutawali juga sudah menyiapkan diri untuk mulai menyusun makalah. Bedanya, jika Khalid memilih menambah referensi melalui masukan dan saran dari sejumlah pejabat, Mutawali lebih memilih buku sebagai sumber referensi.

Rencananya hari ini, keempat calon sekda akan dites membuat makalah dengan tujuh tema yang berbeda-beda. Mereka harus membuat makalah dengan cara tulis tangan di lokasi tes.

Para calon Sekda ini diberikan waktu sekitar dua jam. “Untuk menghindari kemungkinan copy paste, tidak boleh bawa laptop,” kata Taufik Priyono, anggota Pansel Sekda yang juga Sekretaris BKD Kota Mataram ini.

Setelah makalah selesai, baru besok keempat calon Sekda harus melakukan presentasi makalah yang dibuat serta mengikuti tes wawancara. (ili/ton/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka