Ketik disini

Bima - Dompu

Dewan Desak Kadis Pertanian Dicopot

Bagikan

BIMA – Paripurna penyampaian jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Bima berlangsung alot. Sejumlah anggota dewan menyampaikan kritikan terhadap kinerja SKPD. Dewan menilai banyak pejabat bekerja setengah hati.

Sorotan dewan itu tertuju pada kinerja Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Dispertapa) M Tayeb.

a�?Hampir semua program pada dinas pertanian, amburadul. Misalnya,A�A�penyaluran bantuan koptan diduga banyak diterima kelompok fiktif,a��a�� sorot anggota DPRD Kabupaten Bima Syaifullah saat paripurna, kemarin (9/8).

Begitu juga dengan bibit bawang merah. Hingga saat ini, katanya, belum terealisasi. Belum lagi masalah lain yangA�A�kerap memicu kegaduhan di daerah.

a�?Hampir setiap hari, Dispertapa didemo. Bahkan lembaga dewan menjadi sasaran aksi demo,a��a��sebutnya.

Ia menilai, masalah itu muncul akibat dari ketidakmampuan Kadis Tayeb memimpin Dispertapa. Dalam mengelola sejumlah program yang ada.

a�?Program pertanian harusnya untuk membantu petani.A�Justru berubah menjadi petaka bagi petani,a�? ungkapnya.

Kondisi itu dapat dilihat dari pelaksanaan sejumlah program pada Dispertapa selama ini. Seperti, penyaluran bibit kedelai rusak, dan penyaluran alat pertanian banyak diarahkan kepada kelompok fiktif.

a�?Ini semua dampak dari kinerja SKPD yang asal-asalan,a�? ujar politisi PKS ini.

Model kerja seperti ini, kata Syaifullah, program pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat pada sektor pertanian sulit terwujud.

Untuk itu, ia mendesak bupati segera mengevaluasi kinerja kepala Dispertapa.

a�?Kadis yang tidak punya kemampuan dicopot saja. Jika pemerintah serius ingin membangun daerah ini,a�? tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Nukrah menegaskan, setiap masukan dari anggota dewan akan menjadi pertimbangan, sekaligus acuan bagi pemerintah kedepan. Sedangkan, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri tidak sempat menjawab desakan dari dewan. Karena, tidak semua masukan dan kiritikan dijawab. (mch/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka