Ketik disini

Praya

Pantai Areguling Minim Fasilitas

Bagikan

PRAYA – Pemkab Lombok Tengah (Loteng), terus mendorong investor, agar merealisasikan investasinya, di Pantai Areguling Desa Tumpak, Pujut.

Apalagi di tempat itu, sejumlah negara sepakat akan menjadikan salah satu bukitnya, sebagai lokasi paralayang dunia setiap tahun.

a�?Saat ini, memang pantai Areguling minim fasilitas, sarana dan prasarana perhotelan dan restoran,a�? kata Camat Pujut Lalu Wiraksa pada Lombok Post, kemarin (9/8).

Jika berbicara investor, kata Wiraksa ada beberapa nama investor yang sudah mematok lahannya di Areguling. Hanya saja, tidak jelas kapan mereka mulai membangun. Akibatnya, lahan pun menjadi terlantar.

a�?Mudah-mudahan, mereka yang menguasai lahan investasi tersebut, bukan dari kalangan broker,a�? sindirnya.

Kalau itu yang terjadi, pihaknya yakin lahan investasi di pantai Areguling akan terlantar hingga puluhan, bahkan ratusan tahun. Warga pun, menurutnya tidak akan tinggal diam.

Mereka pasti melakukan perlawanan. Dengan cara, mengambil alih lahan investasi. a�?Ini yang tidak kita inginkan,a�? katanya.

Namun, kata Wiraksa masyarakat tidak bisa disalahkan, karena biar bagaimana pun, hal itu menyangkut urusan perut. Untuk itulah, pihaknya mengingatkan kepada sejumlah investor, agar menunjukkan keseriusan.

a�?Kami siap memfasilitasi dan menjamin keamanan investasi,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Budpar HL Muhammad Putrie mengatakan, selama Festival Paralayang Dunia digelar di bukit Areguling, para peserta tidak ada yang menginap dilokasi acara.

Karena memang, tidak ada hotel di tempat itu, apalagi restoran. Kecuali, villa milik pribadi saja dan rumah-rumah warga.

Minimnya fasilitas itu, kata Putrie bukan karena ketidakseriusan pemerintah, mempromosikan pantai Areguling. Namun, murni persoalan investor saja.

a�?Kita tetap mendorong, mengingatkan dan meminta investor segera membangun,a�? katanya, terpisah. (dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka