Ketik disini

Metropolis

Penetapan APBDP Terancam Molor

Bagikan

MATARAM a�� Penetapan APBD Perubahan Provinsi NTB tahun 2016 terancam molor. Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi memperkirakan, penetapan APBDP paling cepat bisa dilakukan awal September mendatang.

a�?Target kita penetapan APBDP memang akhir Agustus, tetapi sepertinya tidak bisa on time,a�? kata Mori.

Ia menyebut ada beberapa hal yang menjadi alasan penetapan APBDP terancam molor. Salah satunya, legislatif masih belum sepakat mengenai draf KUA PPAS yang diajukan eksekutif. Sehingga, masih perlu pembahasan lebih matang.

a�?Masih ada perbedaan pandangan antara dewan dan ekskeutif,a�? kata Mori.

Selain itu, ada alasan lain yang melatarbelakangi penetapan APBDP terancam molor yakni belum keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Dewan memutuskan memulai pembahasan KUAPPAS setelah terbit PMK. Apalagi, ada rencana Menteri Keuangan untuk memangkas dana transfer daerah.

a�?Sekalian kita tunggu PMK karena jangan sampai nanti kita sudah bahas ternyata PMK keluar dan ada pemangkasan. Lebih baik kita tunggu dulu keluar PMK biar ada kepastian,a�? jelasnya.

PMK sendiri diperkirakan paling lama akan keluar dalam pekan ini. Dalam PMK itu akan ditetapkan daerah mana saja yang terkena pemangkasan dana transfer oleh pemerintah pusat.

a�?Alasannya menunda ini sebenarnya baik untuk menunggu PMK. Jangan sampai kita paksakan ngebut bahas KUA PPAS tetapi tidak berkualitas. Biar saja tidak on time tetapi pembahasan benar-benar mendalam,a�? kata Mori.

a�?Penandatanganan KUA PPAS sendiri ditargetkan bisa selesai pada akhir bulan ini. Namun, penetapan APBDP mustahil on time. Kemungkinan awal September,a�? imbuhnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) NTB HL Supran mengaku sudah menyerahkan draf KUA PPAS pada Juli lalu. Eksekutif memang berharap agar penetapan APBDP murni bisa on time pada akhir Agustus ini.

a�?Sebenarnya, pembahasan APBDP kan tidak membutuhkan waktu lama karena sebagian besar penyesuaian bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kalau DAK kan sudah jelas koridornya jadi tidak perlu dibahas lama,a�? kata Supran. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys