Ketik disini

Kriminal

Petani Keluhkan Mesin Pemipil Jagung

Bagikan

SELONG – A�Kelompok Tani (Poktan) di Desa Rarang Tengah,A� Kecamatan Terara Lombok Timur juga mengeluhkan kondisi mesin pemipil jagung yang dibagikan oleh Dinas Pertanian NTB. Hal ini menambah panjang daftar keluhan petani terhadap mesin tersebut. Dimana sebelumnya, kelompok tani di A�Santong, Kabupaten Lombok UtaraA� (KLU) juga mengeluhkan hal yang sama.

a�?Kalau kayak gini mesinnya, kita tidak bisa menggunakan. Ini tidak layak pak,a�? protes ketua kelompok tani di Desa Rarang Tengah, H. Sabirin saat ditemui Lombok Post di rumahnya, kemarin (9/8).

Sabirin mengungkapkan, jagung yang keluar tersebut masih bercampur dengan kotoran. Sehingga, untuk memisahkannya membutuhkan tendaga dan waktu ekstra.

a�?Sama saja kita bekerja secara manual. Kalau mesinnya seperti ini,a�? keluhnya.

Sabirin mengaku, jagung yang menjadi bahan percobaan itu dibawakan oleh seseorang yang berseragam dinas. a�?Kita ini dibawakan jagung langsung dari dinasnya. Tapi, tetap saja hasilnya kotor,a�? ungkapnya.

Ketika diketahui hasilnya seperti itu, seseorang yang berseragam dinas itu menjanjikan perbaikan terhadap mesin tersebut.

a�?Lemak amak ite peririk mesin ni malik (Besok pak kita perbaiki lagi mesinnya lagi),a�? cerita Sabirin menirukan ucapan petugas tersebut.

Mesin tersebut bermerek Yanmar. Sementara, badan pemipil jagung tersebut bermerek Ishoku.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Husnul Fauzi berdalih bahwa pihak pabrik akan memberikan pendampingan para kelompok tani. Hal itu untuk menjelaskan kepada mereka tata cara penggunaan mesin.

a�?Para petani kan belum tahu bagaimana cara menggunakan mesin itu. Kadar air jagung yang bagaimana yang bisa digunakan,a�? jelasnya.

Ini kata Husnul malah para petani main tumpah saja tanpa memperkirakan kadar air. a�?Kita sudah jadwalkan pendampingan penggunaan mesin kepada para petani,a�? jelasnya.

Ia mengklaim pengadaan mesin tersebut sudah sesuai dengan prosedur.

a�?Semua sudah sesuai dengan prosedural berdasarkan aturan LKPP. Saya juga sudah laporkan langsung ke Gubernur,a�? terangnya.

Proyek pengadaan pemipil jagung dan padi itu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan anggaran Rp 100 miliar. Pembelian dilakukan melalui website LKPP. Dalam pengadaan tersebut, barang yang dibeli melalui online itu bermerek Ishoku MT 1500 GP melalui CV. Mandiri Gratica Pratama. Dengan harga Rp 22,5 juta perunit.

Namun belakangan Polda NTB turun tangan karena mencium adanya indikasi penyimpangan anggaran dalam pengadaan 1100 unit mesin tersebut. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka