Ketik disini

Headline Tanjung

Sudah Minta Maaf, RAB Tetap Dipolisikan

Bagikan

TANJUNG – Ancaman DPRD Lombok Utara untuk melaporkan RAB (inisial), pemilik akun Facebook rupanya bukan sekadar gertak sambal. Ketua DPRD Lombok Utara Ni Wayan Sri Pradianti didampingi Wakil Ketua Djekat melaporkan dugaan pelecehan yang diduga dilakukan RAB dalamA� komentarnya di Facebook ke Polsek Tanjung, kemarin (9/8).

Saat melapor, pimpinan DPRD Lombok Utara diterima Kapolsek Tanjung AKP M. Purna. Mereka membawa bukti awal berupa screenshot komentar RAB di akun Facebook-nya yang dinilai melecehkan lembaga DPRD Lombok Utara.

Djekat menjelaskan, pihaknya sebagai utusan DPRD Lombok Utara melaporkan hal ini agar tindakan seperti ini tidak terulang lagi. Pasalnya, dalam komentar di akun Facebook-nya RAB menjustifikasi DPRD tanpa bukti. Dia menuduh DPRD melakukan korupsi yang masif, terstruktur, dan teroganisir dengan kedok melakukan kunker.

“Kami tidak ingin tanpa bukti-bukti langsung menjustifikasi lembaga DPRD,” tandasnya.

Sebelum melapor ke polisi, Djekat juga mengakui sudah didatangi RAB yang ingin mengklarifikasi dan meminta maaf. “Memang sudah minta maaf, tetapi ini nama lembaga bukan saya pribadi jadi kami tetap melapor,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Djekat menjelaskan, saat RAB melihat anggota dewan di Lombok International Airport (LIA) pada 1 Agustus lalu, DPRD ada agenda mengikuti bimtek ke Kemendagri terkait RPJMD. Namun saat itu penerbangan ditutup karena erupsi Gunung Baru Jari, sehingga agenda tersebut diundur.

“Kita tetap berangkat 5 Agustus. Dan hasil bimtek itu dipakai dalam rapat paripurna Raperda RPJMD yang sedang berlangsung,” bebernya.

Untuk diketahui, komentar RAB yang ditulis pada Selasa (2/8) lalu berisi tudingan DPRD Lombok Utara melakukan korupsi secara masif, terstruktur, dan teroganisir dengan kedok kunker tanpa hasil.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara Sudirsah Sujanto A�mengatakan, sebagai wakil rakyat, anggota dewan harus menjaga harkat dan martabat lembaga. Untuk itu, pihaknya melaporkan RAB yang sudah menjustifikasi DPRD ke polisi.

“Boleh lembaga ini dikritik, dihujat, dan dituding tapi harus dibuktikan bukti-bukti empiris. Kami senang jika ada kritikan dan saran yang membangun seperti hearing-hearing,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung AKP M. Purna mengatakan, pihaknya menerima laporan yang disampaikan pimpinan DPRD ini. Selanjutnya pihaknya sebagai langkah awal akan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Karena ini menyangkut IT (teknologi informasi) kami akan limpahkan ke Polres Lobar untuk penindakan lebih lanjut sebab di Polsek tidak ada unit IT, ” katanya.

Ditambahkan, setelah di Polres Lobar nanti akan ditindaklanjuti apakah ini akan ditangani Polres atau dilimpahkan ke Polda NTB yang memiliki unit IT.

“Sementara kita terima laporannya dan periksa saksi-saksi dulu. Belum ada penetapan tersangka nanti yang melakukan penyidikan yang menetapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, RAB yang ingin dikonfirmasi koran ini tidak memberikan jawaban. Baik melalui sambungan telepon dan pesan di media sosial Facebook. Informasi yang dihimpun, RAB adalah mantan kades salah satu desa di Lombok Utara. Selain itu, RAB juga pernah maju pada Pileg KLU tahun 2009 lalu. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka