Ketik disini

Headline Kriminal

Warga Malaysia, Selundupkan Sabu di Kemaluan

Bagikan

MATARAM a�� Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram kembali mengagalkan penyeludupan sabu asal Malaysia di Lombok Internasional Airport, Minggu (7/8). Barang haram itu dibawa oleh tiga orang, Koo Jia Jiat, 21 tahun Wong Ying Ching, 21 tahun dan Leslie Chung Wai Nam (perempuan), 24 tahun menggunakan penerbangan Air Asia nomor Penerbangan AK308 rute Kuala Lumpur-Lombok Praya. Mereka A�menyeludupkan sabu seberat 1.982 gram ke Lombok. Namun, warga Malaysia terbongkar petugas.

Kepala KPPBC Mataram, A�Himawan Indarjono menjelaskan, pihaknya menindaklanjuti informasi intellijen adanyapenumpang yang A�membawa narkotika ke Indonesia. Mereka kemudian berkoordinasi dengan Polri, TNI, BNNP NTB, BIN Daerah dan otoritas bandara.

a�?Kita langsung lakukan pengawasan di LIA. Meskipun hari libur,a�? ungkapnya kemarin (9/8).

Petugas sempat memeriksa barang bawaan korban namun tak menemukan apa-apa. Namun, petugas menangkap gelagat mencurigakan dari gerak-gerik mereka sehingga melakukan penggeledahan badan.

Hasilnya, petugas mencurigai benjolan di dalam celana dalam ketiga pelaku. Lalu, tim memerintahkan anggota lain untuk membuka isi celana dalam.

a�?Ternyata ada bungkusan plastik yang berisi butiran kristal berwarna putih dengan bau menyengat,a�? jelasnya.

Dari hasil pengujian, petugas meyakini serbuk kristal tersebut merupakan narkotika jenis Methamphetmine (sabu).

a�?Untuk memastikannya, kami langsung mengirimkan contoh barang bukti keA� Laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Surabaya,a�? jelasnya.

Disimpulkan jelas Himawan, hasilnya tak jauh berbeda. Dimana, butiran tersebut teridentifikasi mengandung senyawa organik golongan narkotika, Psikotropika dan Prekursor dari jenis Methamphetamine.

a�?Hasil uji lab itu akan kita jadikan penguat barang bukti,a�? jelasnya.

Himawan menaksir harga 1928 gram sabu tersebut A�mencapai Rp 3,5 miliar. A�Kini temuan tersebut akan diserahkan ke Ditresnarkoba Polda NTB. Guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kini selain terancam UU Kepabeanan ketiga warga negeri jiran itu terancam hukuman mati.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, dari keterangan sementara, ketiga pelaku ini sebelumnya pernah dua kali terbang ke Lombok. Diduga, kedatangan mereka sebelumnya, ingin mengetahui jalur menyeludupkan narkoba.

a�?Mereka sudah kesini. Artinya, mereka sudah menyelam terlebih dahulu,a�? ujarnya.

Agus menyebutkan, ketiga pelaku tersebut diduga sebagai kurir sabu. Selain itu, dari banyaknya barang haram yang diseludupkan mereka diduga sebagai jaringan intenasional.

a�?Kita masih kembangkan dulu.Kemungkinan ada arahnya kesana,a�? jelasnya.

Agus mengungkapkan, kondisi salah satu pelaku dalam keadaan hamil. Dan itu sempat menjadi sorotan petugas. Ia menduga, sabu tersebut juga disimpan di dalam perutnya. Namun, setelah dilakukan pengecekan ke dokter. ternyata benar, wanita itu dalam keadaan hamil.

a�?Saya menduga jika memang dia simpan sabu di dalam perut melebihi enam jam. Sabu itu akan hancur dan membuat dia meninggal,a�? jelasnya.

Meskipun dalam keadaan hamil kata Agus, tidak akan menghalangi hukuman. Namun, sekarang tergantung pandangan hakim seperti apa.

a�?Kita akan tetap teguh pada pasal. Tapi, kan yang menentukan hakim,a�? jelasnya.(arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys