Ketik disini

Headline Metropolis

Berburu Jabatan Setengah Politis!

Bagikan

MATARAMA�– Sekretaris daerah (Sekda) bukan jabatan biasa. Karir tertinggi birokrasi ini memiliki makna strategis dalam pengelolaan anggaran dan birokrasi.

Bila tidak didukung seorang sekda yang c akap, wali kota bisa kewalahan mengurus pemerintahan. Karenanya, tidak heran posisi ini disebut sebagai jabatan setengah politis.

a�?50 persen (pemilihan sekda) berbau politis, di mana-mana itu,a�? kata Ketua Pansel Sekda Kota Mataram Dr Muazar Habibi usai menguji empat calon sekda Kota Mataram, Rabu (10/8).

Oleh karena itu, harus ada kecocokan antara sekda dengan pemangku kebijakan baikA� bupati, wali kota atau gubernur.

Seorang sekda tidak cukup hanya pintar saja, tapi mereka juga harus sehati dengan kepala daerah. Mulai dari segi kebijakan, visi, misi dan pola pikir. Sehingga tidak salah wali kota memilih salah satu dari tiga nama yang diajukan.

a�?Itu logis menurut beliau (wali kota) dan di situ sudah tidak ada lagi ikut campur pansel,a�? katanya.

Habibi berharap, sebelum menentukan satu diantara tiga nama yang akan diajukan pansel, wali kota berdialog terlebih dahulu dengan mereka. Diajak berdiskusi baru menentukan pilihan. Sehingga dua orang yang tidak dipilih meresa dihargai.

“Artinya harus ada komunikasi yang baik. Jangan sampai setelah seleksi terjadi disintegrasi di dalam birokrasi,” ungkapnya.

Muazar memastikan, tiga nama yang akan diajukan adalah pejabat terbaik. Hal ini akan dibuktikan dengan rangkaian tes yang sedang berjalan.

Kemarin (10/8), empat calon sekda yakni H Effendi Eko Saswito, H Kemal Islam, H Khalid dan H Mutawalli menjalani tes pertama mereka dengan membuat makalah secara tulis tangan. Selama tiga jam setengah mereka mengerjakan makalah di ruang pansel, dari pukul 08.00-10.30 Wita.

Masing-masing menulis makalah dengan tema berbeda, seperti Eko yang menulis tentang a�?Peningkatan koordinasi perumusan kebijakan Pemkot Mataram untuk kesejahteraan masyarakata�?.

Sedangkan H Khalid menulis tentang a�?Peningkatan koordinasi pengelolaan sarana dan prasarana Pemkot Matarama�?.A� H Kemal Islam dan Mutawalli menulis tentang a�?Langkah kongkrit dalam pembentukan karakter ASN menuju pelayanan primaa�?.

Tes ini berlangsung lancar. Keempat pejabat keluar dengan senyum puas.

Selama proses tes pembuatan makalah, Muazar menilai meski para pejabat ini tidak muda lagi tapi mereka tidak nampak dalam kondisi tertekan. Mereka bisa mengungkapkan ide-ide dan pengalaman ke dalam makalah.

Artinya mereka dengan segenap usaha menuangkan ide-idenya. Bahkan beberapa peserta mengumpulkan bawahan dan meminta masukan. Mereka antusias mengikuti proses tes. Jadi bukan akal-akalan seperti yang diduga selama ini.

a�?Kalau asal-asalan tidak mungkin beliau akan belajar dan mengerjakan secara optimal,a�? katanya.

Tes tulis ini dilakukan untuk menilai intelektualitas, kemampuan pengelolaan dan pemecahan masalah. Setelah menulis makalah, mereka akan mempresentasikan apa yang ditulisnya tersebut. Sehingga bisa dilihat kemampuan mereka dalam menjelaskan gagasan, termasuk menjawab pertanyaan dari wartawan.

a�?Untuk membuktikan apakah ini (tulisan) ngawak-ngawak saja, besok (hari ini) kita cocokan,a�? jelas Habibi.

Usai menjalani tes, Plt. Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, tes ini merupakan kewajiban bagi semua peserta. Makalah yang dibuat mencerminkan visi misi mereka sebagai sekda. Termasuk visi misi wali kota selama lima tahun ke depan. Penjabaran itulah yang dituangkan dalam makalan tersebut.

a�?Soal salah benarnya nanti pansel punya urusan,a�? katanya.

Menurutnya, tema yang diambil tidak terlalu sulit sebab tema itu merupakan tema yang dipilih sendiri. Membuat makalah juga bukan pekerjaan baru, saat assessment beberapa waktu lalu, mereka buat makalah. Bahkan sejak kuliah ia juga sudah sering membuat makalah.

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram H Mutawalli menegaskan, benar-benar serius ikut dalam tes seleksi Sekda Kota Mataram. Pada makalah ia sudah menjabarkan visi misi sebagai sekda.

Masing-masing calon menurutnya memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Mutawalli berharap ia bisa lolos menjadi tiga besar, tapi ia tidak memasang target apapun.

a�?Kalau optimis semua haru optimis, tapi tergantung ada pansel yang menilai,a�? ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram H Khalid mengatakan, sebagai calon ia mengikuti saja proses tes. Tapi ia juga tidak berani memasang target harus lolos menjadi tiga besar. Apalagi menjadi sekda.

a�?Pokoknya ngalir saja, kita selesaikan tugas-tugas insya Allah,a�? katanya. (ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka