Ketik disini

Kriminal

Jaringan Narkoba Internasional Ancam NTB

Bagikan

MATARAM – Hampir tiap tahun, aparat penegak hukum mengungkap penyelundupan narkoba via bandara di NTB. Terbaru, petugas bea cukai Mataram menangkap tiga warga Malaysia, Senin (8/8) lalu. Yakni, Koo Jia Jiat, 21 tahun, membawa 686 gram. Lesli Chung Wai Nam, 24 tahun, membawa 635 gram, dan seorang perempuan yang sedang hamil Wong Ying Ching, 21 tahun, membawa 661 gram.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB, Kombes Pol Sriyanto mengatakan, sasaran bandar narkoba Malaysia bukan hanya Lombok tapi daerah lainnya.

a�?Lombok ini salah satu kota yang ada penerbangan langsung dari Malaysia. Bisa juga bandar ingin mengedarkan narkoba di NTB,a�? katanya dihubungi Lombok Post, kemarin (10/8).

Penerbangan langsung ini, kata dia, dimanfaatkan jaringan Malaysia untuk menyelundupkan sabu.a�?Bandar itu akan menempuh berbagai modus. Yang ditangkap beberapa hari lalu itu, sabu disembunyikan di celana dalam para pelaku,a�? sebutnya.

Ia menegaskan, kemungkinan ada jaringan internasional yang beroperasi di NTB. Bisa juga, bandarnya mengendalikan dari Malaysia. Sementara, narkoba diselundupkan melalui kurirnya.

a�?Kami juga sedang selidiki keberdaan jaringan internasional di NTB ini,a�? tegasnya.

Penyelundupan narkoba ini menggunakan beragam modus. Bandar narkoba akan menempuh berbagai cara demi memuluskan bisnis haramnya. a�?Ada dugaan juga bandar di NTB ini pesan sabu ke Malaysia,a�? terang dia.

Sekedar diketahui, penyelundupan narkoba dari Malaysia ke NTB bukan kali pertama. Sebelumnya, Bea dan Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dari tangan Muhammad Ali 18 September 2015. Ia kedapatan membawa barang haram saat tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pukul 19.26 Wita.

Ali menyelundupkan sabu dengan menempelkan pada dinding koper. Di dalam koper itu ditemukan empat bungkusan berisi sabu seberat 1,077,60 kilogram, bungkusan kedua 1,080,26 kilogram, bungkusan ketiga 318,32 gram, dan bungkusan keempat 2,65,92 gram. Total barang bukti yang disita 2,772,10 kilogram.

Kini, Ali tengah menjalani hukuman di Lapas Mataram. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram menjatuhkan hukuman pidana penjara seumur hidup kepada pria asal Aceh ini. (jlo/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka