Ketik disini

Kriminal

Muharrar-Rusdi Kena Setahun, Khairil Dua Tahun

Bagikan

MATARAM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan hukuman pada terdakwa dugaan kasus korupsi rumput laut Kota MataramA� kemarin (10/8). A�Putusan tersebut dibacakan secara terpisah oleh majelis hakim AA. Putu Ngurah Rajendra, Edward Samosir dan Wari Juniarti.

a�?Terdakwa Muharrar dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan Diputus dengan satu tahun penjara dan Denda Rp 50 juta subsider dua bulan,a�? Kata Ketua Majelis Hakim AA Gede Ngurah Rajendra dihadapan sidang kemarin.

Sementara itu, terdakwa, Rusdi juga merasakan putusan hal yang sama dengan rekan kerjanya. Pria yang bertindak selaku kontraktor dalam proyek tersebut diputus satu tahun dengan denda Rp 50 juta, subsidair dua bulan kurungan.

Selanjutnya terdakwa Khairil selaku A�pelaksana proyek itu dihukumA�A� dua tahun denda 50 subsider dua bulan. Pemberatan itu disebabkan karena Khairil tidak mengembalikan kerugian negara sepenuhnya. Sehingga, Majelis Hakim mendorong pria asal Bima tersebut untuk membayar sisa ganti rugi kerugian negara.

a�?Jika tidak digantikan kerugian negara sebesar Rp 178 juta maka akan diganti dengan enam bulan kurunga penjara,a�? ujarnya.

Menanggapi hal itu, penasihat hukum terdakwa Khairil, Abdul HananA� mengomentari putusan tersebut. Seharusnya, majelis memberikan keringanan kepada kliennya.

a�?Klien saya tidak punya uang untuk menggantikan ganti rugi.Namun, pihaknya sudah kooperatif. Dan itu sudah kita cantumkan keA� dalam Pledoi,a�? jelasnya.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Muharrar, Iskandar memaparkan, kliennya seharusnya bisa bebas dalam kasus tersebut. Karena, Muharrar sama sekali tidak memperoleh uang dari proyek tersebut.

Hanya saja, dirinya dianggap kurang jeli dalam menandatangani laporan dalam proyek tersebut. Sehingga, Muharrar harus bebas. a�?Ahli mengatakan, Tidak sama sekali disebutkan kalau unsur pidana yang menjerat Muharrar tidak kuat,a�? terangnya.

Terpisah, Edy Rahman yang bertindak sebagai penasihat hukum dari terdakwa Rusdi mengatakan, pihaknya akan menerima dengan lapang dada. Dan denda yang ditetapkan hakim akan dibayarkan.

a�?Kita masih siapkan uang denda. Agar kasus ini cepat selesai,a�? ungkapnya.

Berdasarkan perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara mencapai Rp 468 juta. Keterangan hasil audit itu yang menjadi penguatan unsur untuk menjerat tiga tersangka. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka