Ketik disini

Headline Politika

PKB dan Gerindra a�?Gantunga�? Proses PAW

Bagikan

MATARAM – Hampir 10 bulan dua kursi di DPRD NTB kosong menyusul belum ada penggantinya.

Kedua kursi kosong itu adalah milik Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kekosongan terjadi karena dua kader partai itu mundur dari keanggotaannya sebagai wakil rakyat lantaran maju di pilkada serentak 2015 lalu.

Kursi yang kosong itu adalah Syarifudin yang sebelumnya sebagai Ketua Komisi II DPRD NTB dari Fraksi Gerindra.

TGH Lalu Gede M Ali Wirasakti Amir Murni, dari PKB yang duduk di Komisi III DPRD NTB.

Sekretaris DPRD NTB Mahdi kepada wartawan mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan pergantian antar waktu (PAW) dari kedua partai tersebut.

Menurut dia, proses PAW merupakan kewenangan partai politik. Apakah mau diisi atau dibiarkan kosong juga kewenangan partai.

a�?Iya hingga kini belum ada surat masuk dari partai politik tersebut terkait PAW, semua kembali pada partai politik masing-masing,a�? kata Mahdi kepada wartawan di Mataram, kemarin.

Dikatakan, pihaknya sebagai fasilitator jika sewaktu-waktu ada surat PAW dari partai politik tersebut.

Nantinya, surat tersebut akan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke KPU untuk diverifikasi.

Pada 26 April 2016 PKB sudah menyampaikan surat resmi kepada pimpinan DPRD NTB menyangkut PAW. Saat itu, sekretaris DPRD NTB masih dijabat H Ashari.

Belakangan, surat tersebut belum ditindaklanjuti lantaran terkendala SK pemberhentian Suhartini dari keanggotaan PKB.

Suhartini yang merupakan caleg nomor urut dua dengan perolehan suara 1.682, di bawah TGH Gede Sakti sapaan akrab politisi PKB itu. Hanya saja, PKB memutuskan lain dengan memilih Syamsudin yang posisinya di bawah Suhartini.

Lain halnya dengan Partai Gerindra. Posisi Syarifudin seharusnya digantikan oleh Sabirin sebagai peraih suara terbanyak setelah Syarifudin. Namun hingga saat ini Partai Gerindra belum memutuskan PAW tersebut.

Ketua DPD Partai Gerindra H Willgo Zainar yang dikonfirmasi mengenai hal itu tidak memberikan jawaban pasti. Lagipula hingga saat ini belum ada keputusan dari DPP Partai Gerindra terkait pengganti Syarifudin.

a�?Maksudnya ini pertanyaan dari mas langsung atau ada yang nitip pertanyaan lewat mas,a�? ujar Willgo menjawab pertanyaan Lombok Post. (tan/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka