Ketik disini

Dialog Jum'at

Catatan untuk MTQ

Bagikan

Assalamua��alaikum wr. Wb.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt atas semua karuniaNya, terutama sekali nikmat Iman dan Islam. Shalawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad saw, juga kepada semua keluarga dan sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Pada malam Ahad yang lalu, tepatnya tanggal 4 Dzul Qaa��dah 1437H /A� 6 agustus 2016 M, MTQ Nasional yang ke-26 ditutup secara resmi oleh Bapak Menteri Agama RI. Berkaitan dengan pelaksanaan MTQ ke-26 tersebut, ada beberapa catatan penting untuk diingat.

Pertama. Alhamdulillah, MTQ Nasional ke-26 tersebut telah berjalan dengan sukses, aman, tertib dan lancar. Hal ini merupakan karunia Allah swt dan prestasi tersendiri bagi NTB, juga merupakan hasil kerja keras pihak keamanan yang dibarengi kerja sama seluruh aparat dan kesadaran masyarakat dalam memuliakan Alquran.

Kondisi ini sebagai wujud nyata masyarakat NTB dengan seluruh elemennya akan pentingnya nilai kebersamaan, nilai persatuan, dan nilai pentingnya ketenangan dan ketertiban dalam hidup bersama untuk menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang berat, walaupun berskala nasioanal bahkan internasional, semuanya akan menjadi ringan dan mudah.

Kedua, prestasi NTB sungguh luar biasa. Satu prestasi yang belum pernah dicapai selama ini sejak MTQ diadakan sampai yang ke-26, karena NTB dapat menyisihkan provinsi-provinsi besar lainnya seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Sumatra Barat, Aceh dan provinsi lainya. Dengan prestasi yang kita capai sekarang ini bukanlah mustahil sekian tahun kedepan NTB mempunyai kesempatan untuk meningkatkan rangkingnya menjadi juara 3, juara 1 bahkan juara umum. Tentunya perlu langkah-langkah riil dan kerja keras sepanjang waktu, dari sekarang sampai saat pelaksanaannya, ditunjang pula dengan pendanaan yang memadai atau cukup bahkan lebih.

Langkah-langkah konkrit yang penulis maksud adalah mulai hari ini pemda NTB menyiapkan anggaran yang cukup baik untuk pelatih, peserta dan elemen-elemen lainya yang terlibat dalam MTQ untuk seluruh cabang lomba. Dari sekarang pemda menunjuk lembaga tertentu baik pondok pesantren atau lainnya untuk membina masing-masing cabang lomba. Ada yang membina hafalan 30 juz, 20 juz, 10 juz, tafsir Quran bahasa Arab dan Indonesia, cerdas cermat dan mendatangkan pelatih-pelatih yang andal.

Karena bila kita melihat peluang NTB dalam bermacam-macam event, maka perlombaan Alquran merupakan salah satu dari cabang lomba yang paling berpeluang untuk berperestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Untuk itulah pemda harus memanfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya, karena pada cabang-cabang lainya prestasi kita sering kali tidak mengembirakan kecuali pada event yangA� sangat terbatas.

Ketiga. Ke depan NTB terus mengawal peluang emas ini dengan kerja keras, kerja sama yang harmonis, dan anggaran yang maksimal, terutama dengan menggalakkan ZIS agar berjalan secara maksimal. Seluruh media, baik tradisional atau modern, lisan, tulisan atau lainya dikerahkan untuk memasyarakatkan dan membumikan Alquran. Semoga NTB menjadi Bumi Alquran. Amin. (r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka