Ketik disini

Metropolis

Ini Dia Hadiah Ultah Kota!

Bagikan

MATARAMA�– Setelah dikritik karena mengajukan konsep Detail Engineering Design (DED), terlalu mini oleh Wali Kota Mataram, akhirnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, kembali ke konsep awal. Yakni, membangun Balai Kebudayaan dengan luas mencapai empat hektare (ha).

a�?Kita dapat anggaran 2,4 Miliar tapi ini harus dipotong 10 persen. Ini juga kayaknya tidak cukup untuk bangun bencingahnya saja,a�? kata Kepala Dinas Budpar Kota Mataram, Abdul Latif Najib, kemarin.

Bencingah Balai Kebudayaan sendiri memiliki luas 48 meter persegi. Lengkap dengan ornamennya. Bangunan balai kebudayaan sendiri akan punya tiga bangunan utama di samping bencingah. Diantaranya, Masjid, Bale Lauq (Rumah Selatan) dan Bale Daye (Rumah Utara). a�?Makanya kita perkirakan ini, bisa selesai dalam dua sampai tiga tahun,a�? ulasnya.

Namun, Latif optimis pengerjaan Balai Kebudayaan yang sepenuhnya bertumpu pada DAK, dapat restu dari kementrian pusat. Sinyal itu diyakini sudah ada. Karena itu, mereka berani menargetkan lelang bisa cepat selesai. Sehingga peletakan batu pertama, bisa dilakukan persis di momentum perayaan ulang tahun Kota Mataram 31 Agustus nanti.

a�?Saya sampaikan pada tim, bagaimana caranya agar peletakan batu pertama (pengerjaan proyek Balai Kebudayaan) bisa dilakukan pada saat HUT Kota Mataram,a�? bebernya.

Mengutip penjelasan Latif lebih lanjut, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh sebelumnya juga berharap Balai Kebudayaan kedepan bisa mengakomodir banyak event-event baik sekala lokal hingga Nasional di Kota Mataram.

Pemanfaatan bangunan baik itu Bale Lauq dan Bale Daye bisa diperuntukan untuk kegiatan dari nyongkolan hingga bumi perkemahan. Sementara, bencingah bisa dijadikan sebagai pusat kegiatan-kegiatan nasional.(cr-zad/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka