Ketik disini

Ekonomi Bisnis

KUR Bukan untuk Pengusaha Pemula

Bagikan

MATARAM – Keleluasaan akses kredit usaha rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih dikeluhkan. Bahkan sebagian besar beranggapan, KUR justru lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha skala kecil dan menengah dalam bentuk retail.

a�?Jujur saja KUR ini bukan untuk pengusaha pemula,a�? kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM RI Braman Setyo di Hotel Lombok Plaza Mataram, kemarin (11/8).

Menurutnya, program KUR diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro kecil yang produktif. Mereka minimal telah memiliki kondisi pembukuan yang bagus, cash flow yang bagus pula.

a�?Itu juga sebabnya mengapa bank penyalur lebih besar ke retail ketimbang mikro dan TKI,a�? tuturnya.

Bagi pengusaha pemula, lanjutnya, pemerintah tetap memberikan perhatian. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan skim pembiayaan yang murah dan sifatnya start up. Sayangnya, tahun ini Kemenkop dan UKM RI menyetop bantuan kepada UMKM lantaran Kementerian Keuangan melakukan penyisiran anggaran.

Namun di tahun 2017, Kemenkop telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar bagi wirausaha pemula. Dalam bentuk hibah bantuan peralatan atau mesin produksi. Guna mendorong pengusaha pemula meningkatkan usaha produksinya.

Menanggapi lebih besarnya KUR yang menyasar pengusaha retail ketimbang mikro menurutnya adalah hal positif. Ia melihat UMKM di NTB telah naik kelas. Mereka ingin mendapatkan KUR retail agar bisa berekspansi lebih luas. Dengan menggunakan agunan yang dipersyaratkan bank penyalur.

a�?Jadi untuk ekspansi, plafond kepada mikro ditingkatkan menjadi retail,a�? imbuhnya.

Kepala Bidang Fasilitasi Permodalan dan Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UMKM NTB H Muh Imran mengharapkan bank penyalur KUR lebih fokus kepada pengusaha mikro. Berdasarkan data bulan Juli 2016 nilai KUR yang terealisasi baru mencapai Rp 1,2 triliun di NTB.

a�?Kita harapkan mereka (bank penyalur) fokus ke mikro,a�? katanya.

Selain itu ia juga berharap, Kemenkop dan UKM RI dapat memperjuangkan koperasi sebagai salah satu lembaga penyalur KUR. Namun agar bisa menjadi penyalur KUR, koperasi harus memperbaiki diri lebih dulu. Baik manajemen, modal, ketentuan menaati aturan.

a�?Hal-hal semacam ini yang harus dibenahi,a�? tandasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka