Ketik disini

Praya

RSUD Praya Belum Bisa Produksi Oksigen

Bagikan

PRAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, di Lombok Tengah (Loteng), terpaksa membeli 24 tabung oksigen, per harinya di luar.

Kebijakan itu diberlakukan, setelah gudang produksi oksigen yang dikelola pihak ketiga, angkat tangan.

a�?Itu berlaku, sejak musibah meledaknya tabung oksigen pada pertengahan Juni lalu, hingga sekarang,a�? kata direktur RSUD Praya Muzakir Langkir, kemarin (11/8).

Kontrak kerjasama dengan pihak ketiga itu sendiri, kata LangkirA� dijalani sejak tahun 2012 lalu, hingga 2018 mendatang.

Dalam perjalanannya, bersangkutan dianggap tidak bertanggungjawab terhadap, penyediaan tabung oksigen.

a�?Saya berkali-kali meminta pimpinan perusahaan dari pihak ketiga itu, turun mengecek kondisi gudang produksi. Tapi yang turun, malah anak buahnya,a�? sesal Langkir.

A�Hal itu pun membuat, pihaknya tersinggung dan memutuskan untuk membeli 24 tabung oksigen dari luar. Namun, dengan catatan rumah sakit, terpaksa memotong dana untuk pihak ketiga tersebut, per bulannya.

a�?Sambil menunggu perbaikan gudang produksi, kita ingin sekali mereka yang membeli tabung oksigen itu. Sayangnya, tidak diindahkan,a�? kata Langkir.

Atas dasar itu juga, pihaknya terpaksa tidak memberikan izin perbaikan dan pengoperasian gudang produksi. Hingga sekarang, proses produksi pun tidak berjalan.

a�?Untuk penyediaan 24 tabung oksigen per hari, awalnya kita mengeluarkan biaya ke pihak ketiga sebesar Rp 70 juta per bulan,a�? katanya.

Begitu mereka tidak mengindahkan kebijakan rumah sakit, tambah Langkir maka mereka tidak akan menerima biaya sebesar itu, melainkan dipotong sesuai perhitungan yang ada.

a�?Kalau di lingkup Dikes, dari Puskesmas, Polindes dan Pustus, Alhamdulillah layanan kesehatannya, berjalan maksimal,a�? sambung Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka