Ketik disini

Bima - Dompu

Serahkan Senpi Atau Ditangkap

Bagikan

DOMPU – Kapolres Dompu AKBP Jon Wesly Arianto meminta warga Desa Soro Barat dan Desa Taa��a untuk menyerahkan senjata api (senpi) rakitan maupun senjata tajam (sajam). Jika tidak, polisi akan mengambil tindakan tegas.

a�?Sebelum ada tindakan, kami minta kepada warga yang bertika untuk menyerahkan secara sukarela senpi maupun sajam,a�? kata kapolres.

Permintaan itu menyusul banyaknya penggunaan senpi rakitan, sajam , hingga bom molotov saat bentrokan, beberapa hari lalu. Kapolres menjamin warga yang menyerahkan diserahkan secara sukarela. Warga tidak akan diproses secara hukum. Tapi sebaliknya, jika kedapatan atau tertangkap membawa senpi atau sajam, kapolres memastikan tidak akan menolerir.

a�?Tidak ada ampun kalau kedapatan bawa senpi,a�? tegas Jon.

Sebelumnya, warga Desa Taa��a memblokir jalan Rabu (10/08). Mereka menuntut pelaku penganiayaan yang diduga dari Desa Soro Barat ditangkap.

Pemblokir jalan ini sempat diwarnai bentrokan warga dengan polisi. Dua anggota terluka akibat terkena lemparan batu.

Kini, kondisi dua desa itu sudah kondusif. Akitivitas warga kembali normal. Tapi, aparat kepolisian masih disiagakan untuk mencegah terjadi gejolak susulan.

Jon mengungkapkan, situasi sudah kondusif. Untuk itu, ia mengimbau warga agar menahan diri dan tidak mudah diprovokasi.

a�?Situasi cukup kondusif A�setelah kita bukaA�blokir jalan,a��a�� akunya.

Lebih lanjut, Jon menjelaskan, pihaknya sedang menyelidiki otak pemicu bentrokan. Sejauh ini, enam orang warga Desa Taa��a telah diamankan dan dimintai keterangan.

a�?Kita masih kembangkan hasil pemeriksaan enam warga tersebut. Itu guna mengetahui siapa provokatornya,a�? tegas dia. (cr-pur/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka