Ketik disini

Bima - Dompu

Warga Blokir Akses Jalan Proyek RBK

Bagikan

DOMPU – Warga Desa Tanju, Kecamatan Manggelewa bukan sekedar gertak sambal. Ancaman memblokir pembangunan Raba Baka Kompleks (RBK) ternyata direalisasikan.

Warga memblokir akses jalan masuk pembangunan mega proyek sejak Selasa (9/8). Hingga kemarin (11/8), warga belum membuka akses jalan. Mereka menumpuk kayu dan pos jaga yang sudah rusak ke badan jalan.

Blokir jalan ini bentuk protes warga. Karena, pemerintah belum memberikan kejelasan untuk membayar ganti rugi tanah. Sebelumnya, warga sempat menuntut Pemda Dompu agar membayar ganti rugi tanah yang terkena dampak pembangunan RBK.

Selain menuntut ganti rugi, aksi blokir ini juga untuk menagih janji pemerintah. Yakni, pembangunan sarana dan prasarana penunjang di desa. Seperti air bersih, peningkatan jalan lingkungan, serta pembangunan WC umum.

Salah seorang warga Syaiful mengaku, berbagai upaya telah ditempuh warga untuk menagih janji pemerintah. Baik pembangunan sarana dan prasarana maupun pembayaran ganti rugi tanah. Hanya saja, pemerintah tidak pernah merespon tuntutanA� warga.

a�?Kami terpaksa blokir karena pemerintah tidak mau merespon tuntutan kami,a�? tegas Syaiful, kemarin.

Syaiful mengatakan, seharusnya pemerintah membayar ganti rugi atas lahan warga. Karena, bukti atas kepemilikan tanah itu sudah dikantongi warga. Yakni, sertifikat serta surat rekomendasi yang dikeluarkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Ampang Riwo Soromandi.

Lahan seluas 55 hektare yang masuk dalam dampak pembangunan DAM itu berada diluar dari wilayah kerja KPHL. Itu berdasarkan hasil Overlay data orientasi batas hutan dan pengambilan titik koordinat dengan Peta tata Batas Kawasan Hutan KH. Soromandi (RTK 55).

a�?Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membayar ganti rugi tanah warga,a�? tegasnya.

Warga menegaskan tidak akan membuka akses jalan sebelum adanya kejelasan dari pemda. Mereka juga mengancam akan melumpuhkan pembangunan DAM Tanju jika tuntutan mereka tidak secepatnya dipenuhi.

Blokir jalan ini sejak Selasa sore. Akibatnya, aktivitas di Dam tersendat. Berbagai negosiasi ditempuh pihak pemerintah bersama PT NK (inisial). Hanya saja, warga tidak bergeming. Warga tetap memilih memblokir akses jalan menuju proyek Dam RBK itu. (cr-pur/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka