Ketik disini

Headline Metropolis

Sebelum Wisatawan Dimanjakan BBLS

Bagikan

MATARAM – Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) akan kembali digelar mulai 18 Agustus hingga satu bulan kedepan. Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB menggelontorkan anggaran cukup besar untuk event tahunan tersebut.

a�?Total anggaran yang kita siapkan untuk event ini Rp 2,1 miliar,a�? kata Kepala Disbudpar NTB, Lalu Mohammad Faozal dalam jumpa pers di kantornya, kemarin (11/8).

Disbudpar punya pertimbangan tersendiri hingga berani mengelontorkan anggaran besar demi event tersebut. BBLS diyakini bisa meningkatkan jumlah wisatawan baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Dijelaskan, event ini sengaja dihelat pada peak season.A� Pada bulan tersebut, jumlah wisatawan di NTB akan meningkat, baik wisatawan domestik maupun luar negeri. Selama ini, wisawatan biasanya hanya menghabiskan waktu tiga hari di NTB. Dengan adanya berbagai atraksi selama event BBLS, diharapkan mereka bisa memperpanjang masa berliburnya di daerah ini.

A�a�?Tidak hanya untuk menarik wisatawan. Dengan adanya event ini, kita berharap wisatawan akan betah di NTB dan akan memperpanjang lama tinggalnya di sini,a�? kata Faozal.

Menurut Faozal, event-event seperti BBLS sangat berguna untuk menarik wisatawan. Hingga pertengahan tahun ini, setelah serangkaian acara tingkat nasional dan internasional dihelat di Lombok, total kunjungan wisatawan domestik ke daerah ini sudah nyaris mencapai target yang ditetapkan yakni 1,5 juta.

a�?Sekarang jumlah wisatawan nusantara sudah sekitar satu juta. Melalui event ini, kita berharap bisa tembus 1,5 juta sesuai target di akhir tahun,a�? katanya.

a�?Dalam satu bulan event ini, kita ingin ada sekitar 3.000-4.000 wisatawan nusantara yang memperpanjang waktu liburnya di NTB untuk menyaksikan BBLS,a�? kata Faozal.

Untuk itu, serangkaian event BBLS pun sengaja diselenggarakan di berbagai destinasi wisata NTB. Selama satu bulan penuh, ada sekitar 28 kegiatan akan dilaksanakan. Penyelenggaraan kegiatan itu ditangani oleh pihak ketiga.

“Pembukaan kegiatan akan dilaksanakan pada 18 Agustus mendatang dengan dimulai kegiatan karnaval yang diikuti 10 kabupaten/kota. Selain itu, ada Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Makassar dan Palembang,a�? jelas Faozal.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada BBLS diantaranya Festival Seni Anak, Olimpiade Internasional Robot Sekolah Islam yang diikuti 300 sekolah dari Singapura, Malaysia, Turki dan Indonesia.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya Parade Budaya dengan tema ‘Tenun Fashion Carnaval’, Gelar Seni se-NTB, Pameran Ekonomi Kreatif di Islamic Centre, Pariwisata Goes To Campus Universitas Mataram, pekan Cinema Lombok-Sumbawa.

a�?NTB juga akan menjadi tuan rumah acara seminar halal pada 21 hingga 23 September mendatang bersamaan dengan Festival Senggigi dan rakornas Asita seluruh Indonesia,a�? imbuhnya.

Selain serangkaian kegiatan itu, menurutnya masih ada berbagai kegiatan pendukung lain yang merupakan inisiasi masyarakat. Diantaranya, akan melaksanakan parade komunitas di Lombok City Center, KEK Festival dan Jambore Konservasi, Dialog Budaya Adat, dan Jambore Blogger Lombok-Sumbawa.

a�?BBLS tahun ini melibatkan banyak pihak diantaranya pihak industri, universitas dan swasta,a�? pungkasnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia NTB Gusti Lanang Patra juga menaruh harapan besar atas tersenggaranya BBLS. Merujuk pada anggaran besar yang digunakan, sudah sewajarnya event tersebut mampu memberikan kontribusi nyata berupa meningkatnya kunjungan wisatawan dan lama waktu menetap wisatawan.

a�?Kita berharap selama event ini, tidak saja wisatawan yang bertambah, tetapi juga lama tinggal mereka. Kalau wisatawan lama tinggal, otomatis roda perekonomian di NTB juga mendapat pengaruh positif,a�? katanya.

Menurutnya, event kebudayaan memang gebrakan yang baik untuk NTB. Daerah ini, kata Lanang, punya potensi besar terkait sektor kebudayaan yang bisa dikemas bersamaan untuk memajukan pariwisata.

a�?Potensi kita besar hanya saja perlu lebih digali dan dikembangkan,a�? katanya.

Ia berharap kedepannya, wisatawan bisa tertarik ke NTB karena mengangumi budayanya tidak saja tergiur oleh wisata alamnya yang indah. a�?Budaya akan menjadi nilai tambah wisata kita. Misalnya seperti Jogja, orang ke sana karena tertarik dengan wisata budayanya bukan wisata alam. Kedepannya, kita juga bisa kembangkan hal serupa,a�? pungkasnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka