Ketik disini

Headline Metropolis

Iiihhh, Taman Jadi Tempat Mesum

Bagikan

MATARAM – Direktur Lentera Hati Foundation Dr Muazar Habibi mengungkapkan, sebagian besar taman di Kota Mataram kerap disalahgunakan. Berdasarkan riset yang dilakukan pada akhir 2014 hingga Maret 2015 lalu, taman kota dan beberapa tempat wisata di Lombok dijadikan sebagai tempat transaksi seksual dan obat-obatan terlarang. Selain itu juga rentan terhadap aksi kriminalitas.

a�?Hal ini harus menjadi perhatian khusus,a�? kata Muazar, Kamis (11/8).

Ia mengatakan, data ini pernah dipublikasikan dalam musyawarah nasional Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) di Mataram tahun 2015. Menurutnya, jika hanya sekadar pacaran di taman mungkin masih bisa ditolelir, tapi perilaku remaja ini sudah mengarah pada hal-hal negatif dan membahayakan.

a�?Di situ juga terjadi transaksi narkoba. Ini kelemahan polisi, Satpol PP. Bahkan mohon maaf di taman kampus Universitas Mataram juga terjadi seperti itu,a�? ungkapnya.

Habibi menjelaskan, penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun 2013, yang mengungkap bahwa 45 persen pelajar SMP, SMA dan mahasiswa di Mataram sudah melakukan hubungan seksual. Dijabarkannya, hubungan seksual dalam kasus ini dibagi menjadi dua yakni suka sama suka dan hubungan transaksional dengan motif ekonomi. Ada tiga tempat yang dijadikan lokasi transaksi yakni destinasi wisata, pusat perbelanjaan, dan taman kota.

a�?Jadi mereka yang ABG-ABG sudah menjajakan diri di tempat-tempat seperti itu,a�? ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan. Untuk itu, ia menyarankan agar taman dikelola lebih baik sehingga tidak disalahgunakan. Idealnya taman kota dikelola sebagai akses untuk aktivitas sosial, religius dan edukatif. Tapi selama ini yang ditonjolkan hanya aspek keindahan saja, sementara aspek lainnya diabaikan.

Penerangan taman yang tidak memadai menjadi celah untuk berbuat mesum. Pojok-pojok gelap dan remang-remang membuat pelaku leluasa melakukan perbuatan menyimpang.

Seperti Taman Udayana bagian utara, meski ada pos polisi tapi tidak maksimal. Demikian juga dengan Taman Loang Baloq dan Taman Selagalas di sini lebih parah karena lebih banyak tempat remang-remang.

a�?Hal yang tidak kalah parahnya adalah tempat-tempat wisata,a�? ujarnya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengaku belum menerima hasil riset tersebut sehingga tidak bisa berkomentar terlalu banyak. Ia ingin tahu konsep dan dasar-dasar penelitian yang dilakukan seperti apa, sampel penelitiannya di mana, dan tingkat akurasi datanya.

a�?Alangkah baiknya dikomunikasikan langsung hal-hal seperti itu, sebab penelitian seperti itu terlalu langsung menjustifikasi,a�? kata Ahyar yang dikonfirmasi, kemarin (12/8).

Meski demikian, yang bisa dilakukan pemerintah adalah pembinaan, apakah itu di sekolah maupun di rumah. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat memberikan pengawasan bagi anak-anaknya. Pada jam-jam tertentu jangan sampai anak lepas kontrol.

a�?Jadi kita jangan sampai lepas tangan,a�? imbuhnya.

Di sisi lain, pemkot juga terus berupanya melakukan penataan-penataan taman kota. Termasuk juga pedagang-pedagang di taman.

Terkait hal ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Khairul Anwar mengatakan, pemantauan terus dilakukan dengan cara patroli keliling kota. Tapi tidak mungkin anggota akan stanby di satu taman sebab wilayah kota Mataram cukup luas.

a�?Apalagi tamankan sudah ada satgasnya sendiri,a�? kata Khairul.

Meski demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk terus meningkatkan pengamanan, seperti kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Bisa saja bentuknya dengan melakukan razia gabungan. Sebab banyak hal yang tidak bisa disentuh satpol PP seperti masalah narkoba. (ili/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka