Ketik disini

Metropolis

ITDC Kejar Realisasi PMN

Bagikan

MATARAM – Belum nampaknya progress signifikan dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi sorotan. PT Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) yang bertanggung jawab dalam pengembangan itu mengaku masih mengejar realisasi kegiatan yang dianggarkan dalam Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 250 miliar tahun 2015.

a�?Sebagian kegiatan yang bersumber dari PMN itu sudah mau lelang,a�? kata Assisten II Setda ProvinisiA� NTB Lalu Gita Aryadi yang sekaligus menjabat sebagai salah satu komisaris ITDC.

Dijelaskan, PMN tersebut telah dianggarkan sejak tahun 2015 lalu. Namun, realisasinya memang baru dilakukan pada tahun ini. Menurutnya, alasan lamanya realisasi PMN tersebut karena harus merampungkan perencanaan terlebih dahulu.

a�?Karena harus tunggu perencanaannya selesai. Ini beberapa sudah mau mulai tender,a�? kata Gita.

Anggaran Rp 250 miliar itu difokuskan untuk membenahi infrastruktur dasar di KEK Mandalika, terutama perbaikan jalan. Pemantapan infrastruktur dasar memang menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dituntaskan oleh ITDC. Agar KEK Mandalika bisa lebih dilirik oleh investor.

Begitu pun dengan rencana pengembangan infrastruktur air bersih dengan membangun pengolahan air laut menjadi air bersih dengan sistem reverse osmosis. Sejauh ini, menurut Gita, prosesnya sudah berjalan tinggal dilanjutkan dengan pemasangan pipa.

Sementara, terkait rencana pembangunan hotel, tahun ini ada satu yang dipastikan akan memulai tahap konstruksinya. a�?Hotel Pullman akan mulai konstruksi sekitar Oktober ini,a�? katanya.

Pullman Hotel yg merencanakan hotel up scale setara bintang lima. Rencananya Pullman mulai membangun 242 kamar.

Sementara, Lee’s Hotel yang juga berencana membangun di kawasan ITDC, hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan akan mulai melakukan tahap kontruksi. a�?Lees Hotel masih menunggu arahan dari operatornya,a�? kata Gita.

Selain rencana pembangunan beberapa hotel itu, Gita mengklaim, KEK Mandalika semakin dilirik oleh investor. Beberapa investor dari Cina dan Timur Tengah nampaknya juga mulai menunjukkan minat untuk memulai investasi di kawasan tersebut. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka