Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Koperasi Syariah Tumpuan UMKM

Bagikan

MATARAM – Peran koperasi syariah sangat strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional. Ini tak lepas dari keberadaan koperasi itu sendiri yang anggotanya adalah para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diberbagai usaha sektor ril.

Hal inilah yang menjadikan koperasi menjadi tumpuan harapan bagi pelaku UMKM. Apalagi menurut data yang dikeluarkan Kementerian Koperasi dan UKM saat ini ada 150 ribu koperasi yang aktif secara nasional.

a�?Peran koperasi sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim wirausaha dan sekaligus berperan dalam melakukan pengentasan kemiskinan dan pengangguran,a�? kata Kepala Bidang Fasilitasi Permodalan dan Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UMKM NTB H Muh Imran, kemarin (12/8).

Meski peran koperasi syariah di NTB sangat strategis bagi pembangunan, tapi selalu saja koperasi dihadapkan dengan permasalahan yang menjadikan mereka sulit untuk berkembang dengan pesat. Koperasi syariah masih tertatih-tatih dan sulit berkompetisi dalam menghadapi realitas tersebut.

Dalam perspektif ini, penting peran pemerintah dalam merumuskan kebijakan secara vital. Bagaimana keterpihakannya kepada koperasi, sehingga kedepan koperasi bisa eksis dan terus berkembang dengan pesat.

a�?Kami mengusulkan dalam APBD-P untuk pendampingan pada 150 koperasi syariah senilai Rp 2 juta per koperasi,a�? katanya.

Pendampingan tersebut bertujuan membina dan mewujudkan koperasi yang sehat. Tidak hanya jumlah anggota yang bertambah banyak, tetapi sisa hasil usaha (SHU) koperasi juga meningkat.

a�?Jadi yang gencar konversi jangan sampai mati suri, karena itu perlu dibina dan belajar kepada koperasi yang konversi sistemnya,a�? imbuh Imran.

Menurutnya, pemerintah saat ini gencar melakukan optimalisasi koperasi syariah. Sejumlah masalah yang dihadapi koperasi syariah, diupayakan dapat dikurangi. Seperti masalah perkuatan permodalan, sumber daya manusia, regulasi, pemasaran dan teknologi IT.

a�?Hal ini yang menjadikan koperasi kurang memiliki daya saing di bandingkan lembaga keuangan mikro di negara-negara lain,a�? katanya.

Jika ini dibiarkan, koperasi syariah ibarat a�?induk ayam mati di lumbung padia�?. Maka penguatan sumber daya manusia bagi pelaku koperasi terus digalakkan. Sehingga pelaku koperasi benar-benar profesional dan siap bersaing dengan negara-negara lain apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dengan demikian, meningkatkan daya saing koperasi syariah tak bisa dilakukan kebijakan secara parsial saja. Perlu sebuah kebijakan terintegrasi bersama-sama dalam mengembangkan daya saing koperasi baik itu regulasi, permodan, SDM, pemasaran dan IT. Semua elemen yang ada di masyarakat terlibat dan ini menjadikan isu bersama dalam menghadapi pasar bebas yang sudah didepan mata.

a�?Dengan berbagai macam pembinaan yang terencana maka kehadiran MEA 2015 bukan sebuah ancaman tapi sebuah tantangan tersendiri bagi koperasi syariah untuk terus maju di tingkat daerah dan nasional,a�? tadnsnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka