Ketik disini

Metropolis

Di Mata Ahyar Tidak Ada Calon Istimewa

Bagikan

MATARAM – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menegaskan, semua calon yang ikut seleksi sekda memiliki peluang sama untuk menjadi Sekda Kota Mataram. Di matanya tidak ada peserta istimewa atau titipan. Keempat calon ini juga punya peluang untuk gugur, termasuk Plt. Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito.

a�?Jujur saya menganggap mereka pada posisi yang sama, dan punya peluang yang sama,a�? tegas Ahyar, kemarin (12/8).

Jika ada yang beranggapan bahwa sekda sudah ditentukan sejak awal, baginya opini itu sah-sah saja. Sebab hal serupa juga terjadi hampir di semua daerah. Kemungkin di daerah lain terjadi praktik calon titipan. Apalagi jabatan sekda adalah pejabat pratama tinggi, puncak karir birokrat dan memiliki peran strategis. Sehingga seorang kepala daerah tentu akan memilih dengan cermat pembantunya. Karena itu orang kemudian berpikir politis tentang penunjukkan sekda.

Tapi menurutnya anggapan ini terbantah dengan proses seleksi terbuka. Pansel yang dibentuk terdiri dari para tokoh yang berpengalaman di bidang masing-masing. Baik dari kalangan birokrasi maupun akademisi.

a�?Mereka tidak main-main dalam melakukan seleksi,a�? kata Ahyar.

Setiap pejabat yang merasa mampu dipersilahkan ikut maju, buktikan kemampuan mereka dalam proses seleksi. Jangan mundur sebelum bertarung, kemudian membangun stigma negatif terhadap proses yang sedang berjalan.

Sementara itu kemarin, empat calon sekda yakni H Effendi Eko Saswito, H Kemal Islam, H Khalid dan H Mutawalli menjalani tes psikologi selama empat jam. Tes ini berlangsung secara terbuka di ruang pansel dengan pengwasan ketat. Setelah ini, Senin (15/8) mendatang, keempat peserta akan menjalani tes wawancara mendalam. Baru tiga nama terbaik akan diserahkan ke wali kota tanggal 16 Agustus 2016.

Ahyar mengatakan, hasil tes ini akan menjadi pedoman baginya untuk mengambil keputusan. Memilih salah satu di antara tiga nama yang diajukan tim pansel. Ia percaya pansel akan menyerahkan tiga pejabat terbaik untuk dipilihnya. Untuk selanjutnya akan disampaikan ke Gubernur NTB.

a�?Pokokya secepatnya, kalau proses-proses itu selesai maka saya akan segera mengambil keputusan,a�? ujar Ahyar.

Ahyar tidak akan menganggap hasil seleksi main-main atau sekedar formalitas. Tidak pula menganggapnya enteng. Sebaliknya, ia akan memperhitungkan secara sungguh-sungguh hasil seleksi itu.

a�?Saya akan berpikir keras dan merenungi sedalam-dalamnya hasil dari pansel,a�? ujarnya.

Penetapan sekda definitif secepatnya diperlukan, agar kepentingan kepala daerah, kepentingan pembangunan, roda pemberintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram H Khalid usai tes mengaku sangat enjoy selama proses tes berlangsung. Meski demikian, seleksi ini benar-benar membuatnya belajar kembali secara teoritis. Sehingga pemahamannya tentang tugas dan fungsi seorang sekda bertambah.

a�?Yang penting kita jalani saja,a�? ujar mantan Camat Sekarbela ini. (ili/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka