Ketik disini

Kriminal

Tim Ahli Simpulkan Temukan Unsur Berbeda

Bagikan

MATARAM – Tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) telah merampungkan hasil penelitian terkait dugaan pupuk palsu yang beredar pada kelompokk tani Kempo, Dompu. Mereka menyimpulkan bahwa pupuk tersebut mengandung unsur yang berbeda seperti pupuk lainnya.

a�?Hasil uji laboratorium dari BPPT itu memang ada kandungan pupuk yg berbeda,a�? jelas Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena saat ditemui di Mapolda NTB, kemarin (12/8).

Selain itu kata Boyke, tim ahli menyimpulkan, senyawa kimiaA� yang ada pada pupuk tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera di karung pembungkus. Hal itu yang menyebabkan pupuk tersebut agak cair ketika diterima oleh para petani.

a�?Pupuk itu tidak tahan lama dan tidak bisa digunakan lagi,a�? jelasnya.

Sebelumnya, penyidik sudah meminta keterangan terhadap beberapa saksi. Diantaranya, petani, perusahaan, penyalur dan pemasaran pupuk.

Sampai saat ini, pihaknya masih mencari unsur pidana terkait dengan kasus tersebut. Karena, opsi dalam kasus tersebut ada dua.

a�?Apakah ada kelalaian dari pihak penyalur. Atau memang pupuk tersebut rusak karena cuaca,a�? jelasnya.

Dalam hal itu lanjut Boyek,A� pihaknya akan segera melakukan gelar perkara.A� Langkah itu untuk mempercepat status hukum atas penanganan kasus yang mencuat sejak pertengahan Desember 2015 itu.

a�?Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kita akan gelar untuk menentukan kasus ini akan naik ke penyidikan atau tidak,a�?

Diketahui, pupuk tersebut disalurkan kepada puluhan kelompok tani di A�Dusun Pekat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.Dimana, pupuk merek Granula dengan total berat pupuk tersebut 65,4 ton. Terdiri dari, 1309 karung pupuk dengan berat masing-masing 50 kilogram. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka