Ketik disini

Literasi

Ucapan Lelaki yang Mencintai Baju

Bagikan

Yudi Kaput, anak tunggal yang akan menjadi pewaris tunggal toko baju milik ayahnya, sama sekali tak pernah memikirkan persoalan cinta. Padahal, umurnya sudah menginjak kepala tiga. Ia bahkan sama sekali tak pernah berusaha untuk membuka hatinya. Ia pemabuk, peracau, dan juga pembuat onar di pasar. Bapaknya yakin, hanya perempuan lah yang akan membuat anaknya tidak pulang dalam kondisi mabuk, dalam umpatan yang tak terkendali, menggedor-gedor pintu sampai tetangga terusik.

Yudi Kaput hampir mati ditabrak truk ketika oleng di pinggir jalan. Sebuah bus berlaju kencang hampir 100 km/jam dan kalau saja temannya si Anwar tidak menarik tanganya, anak semata wayang harapan itu tentu akan mati seketika. Padahal, teman-temannya memiliki niat tak baik dengan sengaja mendekatinya hanya untuk memerasnya agar ia diberikan uang jajan dari hasil jualan toko ayahnya.

Hingga suatu hari yang tak terduga, Yudi Kaput mengubah kepribadiannya setelah melihat seorang perempuan pedagang baju. Konon, toko itu baru dibangun untuk melawan kedigdayaan toko milik ayahnya. Ia terhanyut, dan itu pertama kalinya ia berubah, ya, oleh perempuan.

Yudi Kaput biasa menungguinya di depan tongkrongan, bersama teman-teman yang ia sebut dan juluki a�?teman sepermabukan.a�� Berhari-hari mabuk, dan mereka senang dengan kegiatan itu. Pernah juga mereka hampir dipukuli massa yang geram sebab teriak di tengah malam buta. Ketika penduduk setempat tidur, ia menghambur kata-kata tak senonoh; iblis, setan, dan binatang yang tak pernah ia lontarkan ketika sadar habis terucap. Mereka juga memukul-mukul tiang besi kabel yang menghubungkan aliran listrik untuk penduduk. Tak sampai itu, mereka juga mengencingi jalan seperti anak SD yang baru pulang jalan-jalan.

Marisa, nama gadis itu. Yudi Kaput jatuh cinta tapi tak pernah punya pengalaman soal cinta. Ia, pada akhirnya, dengan hati terbata dan perasaan yang tak mampu ia ungkapkan, ia putuskan hari itu tidak mengambil laba dari hasil jualan toko miliki ayahnya dan memutuskan untuk tidak ke tongkrongan. Tapi ia mabuk dulu di gudang rumah yang konon, dengan mabuk akan membuat seseorang lebih percaya diri. Ia pergi ke toko milik saingan ayahnya, ia sengaja menengok-nengok dan bertanya remeh-temeh soal baju yang paling baru hari itu.

a�?Sejak kapan kamu jualan?a�? tanyanya pada Marisa yang pagi itu baru selesai sarapan dari balik kasirnya.

a�?Sejak minggu lalu. Anda mau membeli apa?a�?

a�?Bajumu bagus.a�? Yudi kaput tiba-tiba saja mengatakan hal itu tanpa ia rencanakan sebelumnya.

a�?Maksudmu?a�?

a�?Aku suka padamu.. Ummma�� maksudku bajumua��a�? Yudi memotong ucapannya sendiri. Ia terlihat goblok dan bodoh. Dan tentu saja lebih goblok lagi setelah Marisa tahu ia dalam kondisi mabuk. Matanya merah, dan bau alkoohol.

a�?Kamu mabuk?a�? Tanya Marisa cepat.

a�?Tidaka��a�? Potong Yudi kaput.

a�?Kamu bergurau?a�? Kata Marisa sambil mengalihkan pandangannya pada dua boneka di sampingnya. a�?Atau kamu sedang mengobrol dengan dia?a�? tuduhnya lagi.

a�?Aku seriusa��a�?

a�?Tapi kamu mabuk. Matamu merah.a�?

a�?Iya merah. Tapi itu karena kamu.a�?

a�?Benarkah?a�?

a�?Iya, bajumua��a�?

Komentar

Komentar