Ketik disini

Sumbawa

Dirut Yakin Tak Ada Masalah

Bagikan

SUMBAWA – Setelah beberapa lama, akhirnya bangunan IGD baru di RSUD Sumbawa sudah bisa dipakai. Lantai bawah digunakan untuk pelayanan IGD. Sementara lantai dua dipakai untuk Manajemen RSUD.

Hanya saja, bangunan ini masih dipersoalkan. Diduga kelengkpan di IGD tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Menurut informasi yang diserap Koran ini, ada beberapa kelengkapan yang tidak tersedia. Padahal, anggaran sudah digelontorkan. Seperti exhause fan. Penambahan daya. Kabarnya, penambahan daya ini malah menggunakan anggaran dari pos lain.

Selain itu, Lampu TL stainless juga tidak ada. Saklar pada bangunan tersebut diduga tidak sesuai spesfikasi.

Masalah lain, seharusnya ada tulisan IGD dalam ruangan. Tetapi fakta di lapangan tidak ada. Begitu juga dengan pembangunan taman di depan IGD. Itu juga tidak dilaksanakan.

Direktur RSUD Sumbawa dr Selvi didampingi Kabag TU H Ahmadi yang dikonfirmasi menjelaskan, semua kelengkapan tersebut sudah terpasang.

Seperti exhause fan sudah terpasang semua. Sebelumnya memang sempat dilepas subkontraktor. Karena belum dibayar oleh kontraktornya.

a�?Setelah ada kejelasan dari kontraktornya, barulah exhause fan ini dipasang,a�? akunya.

Mengenai persoalan penambahan daya, kata dia, begitu pindah ke bangunan baru ini, daya listrik yang ada tidak mampu menunjang semua peralatan.

Akhirnya diusulkan penambahan daya menjadi 33 ribu watt. Penambahan daya ini sudah terealisasi menggunakan dana BLUD. Awalnya, dalam perencanaan pemasangan daya hanya sebesar 10 ribu watt.

Namun, saat semua peralatan dipasang, ternyata daya yang ada tidak mampu. Ditambah lagi ada peralatan yang baru.

a�?Waktu RAB, tendernya kan di awal tahun. Sementara peralatannya diperoleh pada akhir tahun. Kami juga tidak berpikir akan mendapatkan alat-alat tersebut,a�? ujar Selvi.

Ia menjelaskan, penambahan alat medis tersebut seperti empat buah ventilator dan pasien monitor sebanyak enam unit. Peralatan ini didapatkan di luar dugaan.

Sebelumnya, pihaknya tidak mengusulkan adanya peralatan ini. Namun pada Juni 2015, pihaknya mendapatkan DAK tambahan penunjang kabinet kerja. Pihaknya kemudian diminta mengajukan usulan dan mengantarkan usulan ini ke Jakarta.

a�?Peralatan ini kemudian datang pada Desember lalu,a�? ungkapnya.

Mengenai lampu TL Stainless, sebelumnya lampu itu diminta diganti olehnya. Karena lampu yang dipasang sebelumnya, yakni lampu neon biasa seperti di toko-toko.

Pihaknya menginginkan agar diberikan lampu TL berbentuk persegi sesuai dengan ukuran yang ditentukan. Akhirnya lampu itu dibongkar dan diganti sesuai permintaan.

a�?Kalau yag kemarin itu kan seperti plastik terus ada trafo ditengahnya.

Seperti lampu untuk jualan. Itu kan harganya cuma Rp 20 ribu. Kalau lampu seperti itu saya sendiri bisa pasang,a�? terangnya.

Untuk saklar, menurutnya tidak ada yang memiliki spesifikasi khusus.

Terkait huruf stainless tulisan IGD di dalam ruangan tidak ada dalam perencanaan.

Tulisan itu diletakkan di depan dan di atas bangunan. Saat perencanaannya, tulisan itu juga diminta untuk ditempatkan di luar bangunan agar semua orang bisa tahu.

Sementara untuk taman, memang tidak ada dalam perencanaan awal. Pihaknya hanya memiliki perencanaan pembangunan selasar.

Namun, pembangunan selasar ini di luar paket sebelumnya. Saat ini, prosesnya sedang dalam tahap pembuatan gambar.

a�?Kalau taman tidak ada. Tidak ada anggaran untuk taman. Hanya saja akan dibuat hijau di depan,a�? terangnya.

Lebih lanjut, Selvi mengatakan, semua kelengkapan sudah sesuai spesifikasi. Masa pemeliharaan bangunannya akan berakhir pada 17 Agustus mendatang.

a�?Jika masih ada kerusakan, pihaknya akan meminta kontraktor untuk memperbaiki kerusakan tersebut,a�? pungkasnya. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka