Ketik disini

Selong

Kades Jeringo Bantah Segala Tuduhan

Bagikan

SELONG – Kades Puncak Jeringo, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim) Akhirudin membantah segala tuduhan yang dilayangkan Aliansi Pemuda untuk Tansparansi Lotim. Dia menegaskan tak pernah menyelewengkan dana desa dengan cara apapun.

a�?Saya bekerja menjunjung tinggi amanah rakyat,a�? tegasnya.

Terkait proyek di desanya yang dikatakan dimanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, ia tak sependapat.

Saat ini pengerjaan memang belum dilanjutkan. Pasalnya dari Rp 1,2 miliar dana desa yang diperoleh tahun ini, baru Rp 403 juta saja yang cair.

Uang tahap pertama itu masih harus dibagi gaji dan honor aparat desa termasuk biaya operasional non fisik. a�?Jadi memang jalannya belum rampung,a�? katanya.

Proyek tersebut rencananya dilanjutkan kembali setelah sisa dana diterima desa.

Lantaran kondisi fisik desanya yang berada di puncak ketinggian yang termasuk pelosok, ia memilih menunggu anggaran tahap dua.

Pasalnya untuk memasukkan barang saja, diperlukan biaya pengangkutan yang tak sedikit.

a�?Daripada ngutang sana-sini, kami putuskan berhenti dulu,a�? katanya menegaskan.

Tahun ini ia sudah merencanakan sejumlah pembangunan mulai dari sarana irigasi, buka jalan usaha tani, serta talud, dan penataan lingkungan.

Sebagai desa transmigran yang masih banyak kekurangan, sejumlah fisik harus dikebut. Itulah dasar alokasi dilakukan, sesuai aturan yang ada.

a�?Silakan tanya pada kadus dan masyarakat saya, mereka justru bersyukur, tak ada yang protes,a�? katanya.

Terhadap laporan tersbeut, ia hingga kini masih pasif. Namun demikian, bukan tak mungkin laporan balik dilakukan, mengingat sudah ada unsur pencemaran nama baik.

Padahal tak ada data yang dimiliki, ia juga secara rutin telah diperiksa Isnpektorat Lotim terkait penggunaan anggaran.

a�?Yang difoto mereka itu ujung jalan proyek yang memang belum dikerjakan,a�? tegasnya.

Diberitakan sebelumnya Aliansi Pemuda untuk Tansparansi Lotim melaporkan Kades Jeringo ke Polres Lotim. Dia dituding melakukan korupsi dengan menyelewengkan dana desa.

Polanya dengan memainkan proyek yang ada, fisik tak dikerjakan hingga selesai.

a�?Kami temukan sejumlah fakta lapangan,a�? kata Eko Rahadi, salah seorang pelapor. (yuk/r3)

A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka