Ketik disini

Metropolis

Semesta Bersastra di Taman Budaya

Bagikan

MATARAM – Sebagai laboratorium kesenian di Provinisi NTB, Taman Budaya tak pernah sepi dari aktivitas berkesenian. Berbagai pertunjukan seni, sastra dipentaskan secara rutin. Pekan lalu (9/8) dipentaskan musikalisasi puisi bertajuk a�?Semesta Bersastraa�?.

Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Faesal mengatakan, kegiatan a�?Semesta Bersastraa�? itu sebagai bentuk apresiasi Taman Budaya terhadap para seniman NTB. Taman Budaya mendorong seluruh kegiatan berkesenian dan sastra tumbuh di NTB. a�?Sebagai rumah para seniman dan satrawan, Taman Budaya memberikan ruang untuk apresiasi,” kata Faesal.

Musikalisasi puisi, kata Faesal, adalah gabungan keindahan musik dan sastra puisi. Musikalisasi puisi sudah cukup populer di kalangan seniman dan sastrawan. Tapi pada pertunjukan di Taman Budaya malam itu, acara tersebut banyak diikuti anak muda yang mungkin saja baru mengenal musikalisasi puisi.

a�?Anak anak muda begitu antusias menonton,” kata mantan Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB ini.

Hadirnya anak-anak muda yang memenuhi ruang teater tertutup Taman Budaya menjadi sinyal positif untuk perkembangan sastra dan seni. Taman Budaya NTB, kata Faesal, akan terus memfasilitasi berbagai pertunjukan kesenian dan sastra. a�?Bayangan kita selama ini kegiatan musikalisasi puisi kurang yang menonton, tapi tertanya ruangan penuh. Saya senang melihat semangat anak muda yang menonton itu,” katanya.

Sebagai kepala Taman Budaya yang baru seumur jagung, Faesal berharap para seniman, sastrawan, budayawan NTB memberikan masukan yang konstruktif untuk perkembangan Taman Budaya. Dengan masukan yang konstruktif itu Faesal optimis fungsi Taman Budaya sebagai laboratorium kesenian di NTB bisa berjalan maksimal. a�?Sambil kami di internal terus membenahi fasilitas, ini demi kenyamanan kita semua,” ujarnya.

Seniman NTB Mustakim Biawan mengapresiasi Taman Budaya NTB yang memberikan panggung bagi musikalisasi puisi. Awalnya kegiatan yang hendak digelar di arena terbuka dipindah ke dalam gedung teater tertutup yang lebih representatif. a�?Itulah gunanya diperbaiki agar bisa dimanfaatkan. Kalau gedung bagus begini para seniman yang main lebih terhormat,” katanya.

Kondisi Taman Budaya saat ini, kata Mustakim, memang jauh lebih bagus dibandingkan sebelum-sebelumnya. Gedung sudah dipermak, panggung dan tempat duduk penonton lebih representatif. Begitu juga dengan lighting, fasilitas lainnya membuat nyaman pemain maupun penonton.

Tantangannya, dengan kondisi fasilitas yang lebih bagus tersebut Taman Budaya harus bisa menghadirkan pertunjukan yang lebih bagus. a�?Jadi tidak zamannya lagi berpikir harus gilir-giliran tampil, yang penting kualitasnya. Misalnya, saja kalau ada seniman dari Lombok yang bagus, tidak apa-apa dia tampil tiga malam,” katanya.

Pertunjukan a�?Semesta Bersastraa�? menurut Mustakim perlu digalakkan lagi. Mengenalkan sastra pada generasi muda dengan kemasan yang lebih menarik, sehingga mereka bisa mencintai sastra. Jika kelak penampilan sudah bagus, dan kesadaran generasi muda terhadap sastra tinggi tidak menutup kemungkinan untuk menyaksikan pertunjukan sastra mengeluarkan tiket. a�?Saya senang melihat para pelajar terlibat sebagai pemain dan juga penonton,” katanya.

Sebagai seniman, Mustakim memandang kegiatan a�?Semesta Bersastraa�? itu patut ditonton para pejabat. Banyak hikmah yang dipetik. Salah satunya keselarasan bunyi musik dengan puisi yang dibacakan. Dalam dunia pemerintahan, keselarasan itu penting. Kapan pemerintah harus mendengar, kapan harus bersuara pelan, kapan harus tegas.

a�?Harmoni di pemerintahan itu seperti kelompok musikalisasi puisi, para pejabat perlu belajar,” kata mantan Kepala Taman Budaya NTB ini.

Khusus untuk kepala Taman Budaya NTB yang baru, Mustakim berpesan agar lebih sering membangun komunikasi dengan para pegiat seni, sastra dan budayawan di NTB. Mereka perlu diundang dan diajak diskusi untuk pengembangan Taman Budaya NTB ke depannya. (fat/r9/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka