Ketik disini

Tanjung

Terseret Arus, Batal Finish di Pelabuhan Bangsal

Bagikan

Ibrahim Rusli benar-benar membuktikan tekadnya untuk berenang dari Gili Trawangan menuju daratan pulau Lombok, Sabtu (13/8) lalu. Seperti apa perjalanannya saat berenang.

***

PAGI itu di Gili Trawangan, matahari baru saja terlihat di ufuk timur. Namun terlihat puluhan orang telah berkumpul di dermaga milik Hotel Villa Ombak. Salah satunya adalah Ibrahim Rusli, ASN asal Tarakan yang akan mencoba berenang dari Gili Trawangan menuju Pelabuhan Bangsal Pemenang.

Ibrahim tampak tenang pagi itu, tidak ada kegugupan di wajah ayah tiga orang anak ini. Saat itu dia terlihat memakai celana pendek warna abu dan kaos putih. Di sekitar Ibrahim tampak beberapa orang anggota Tim Ekspedisi Renang Gili Trawangan-Bangsal.

Sebelum memulai aksinya, Ibrahim pun tak lupa berdoa bersama seluruh tim eksepdisi yang ikut mendampingi. Tidak lama kemudian, Ibrahim tampak menuju pesisir pantai. Tanpa keraguan pria ini pun langsung menceburkan diri ke laut dan mulai berenang tepat pukul 06.27 Wita.

Anggota tim ekspedisi termasuk koran ini pun segera mengikuti menggunakan boat yang sudah disiapkan. Perlahan namun pasti, Ibrahim mulai berenang menembus perairan Lombok Utara. Sepanjang perjalanan Ibrahim terlihat berenang menggunakan gaya dada, hanya sesekali Ibrahim mengubah renangnya saat ingin melawan arus yang kuat. a�?Kalau lawan arus baru pakai gaya bebas,a�? ujar Antok salah seorang anggota tim ekspedisi.

Perjalanan dari awal mulai tampak lancar bagi Ibrahim. Hanya dalam waktu sekitar satu jam Ibrahim bisa menempuh sekitar dua kilometer lebih. Saat itu arus laut memang terlihat tenang, nyaris tidak memberikan kendala berarti bagi Ibrahim.

Setelah cukup jauh dari Gili Trawangan, perjalanan Ibrahim tampak semakin berat. Arus laut yang sebelumnya tidak terasa kini cukup membebani Ibrahim. a�?Arusnya lumayan nih, airnya juga dingin,a�? kata Ibrahim kepada anggota tim yang mengikuti dengan kapal di sebelahnya.

Beberapa kali Ibrahim tampak berhenti untuk memakan pisang untuk mengisi energinya kembali. Ibrahim melakukan makan dan minum di dalam laut tanpa terganggu dengan ombak. Sesekali Ibrahim juga terlihat menyelam ke dalam laut, rupanya hal ini dilakukan untuk menghilangkan rasa panas di wajah karena matahari sudah semakin naik. a�?Selamat HUT RI ke-71 dan selamat HUT Lombok Utara ke-8, viva Indonesia,a�? ungkap Ibrahim dari dalam air sambil melihat ke arah kamera yang merekam aksi berenangnya sejak awal.

Arus di perairan tersebut rupanya benar-benar kencang. Pasalnya, Ibrahim terus terbawa arus ke arah barat. Karena arus yang cukup kuat akhirnya tim memutuskan agar Ibrahim mendarat di Dusun Mentigi, Desa Malaka, bergeser dari rencana awal ingin mendarat di Pelabuhan Bangsal.

Tepat pukul 09.25 Wita, Ibrahim tiba di daratan. Kedatangan Ibrahim sudah disambut Pemkab Lombok Utara. Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim pun menyerahkan bendera merah putih kepada perwakilan Pemkab Lombok Utara.

Setelah tiba di daratan, tim medis dari Pemkab Lombok Utara pun terlihat memeriksa kesehatan Ibrahim. Dan tidak ada masalah dengan kesehatan Ibrahim setelah berenang tanpa alat bantu apapun seperti kacamata renang maupun kaki katak sejauh 7 kilometer lebih.

Kepada wartawan, Ibrahim mengakui arus yang ada di perairan Lombok Utara merupakan yang terkuat selama dirinya melakukan aksi berenang jarak jauh di daerah lain. a�?Dari semuanya ini yang paling kuat arusnya,a�? katanya sambil terkekeh.

Ibrahim pun mengungkapkan salah satu mimpinya yakni ingin menyeberangi daerah laut perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan suatu saat nanti. a�?Mimpi saya sih begitu,a�? pungkasnya. (PUJO NUGROHO, Tanjung*/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka