Ketik disini

Praya

Warga Motong Gamang Diminta Berdamai

Bagikan

PRAYA – Pertikaian antar warga sempat terjadi di Desa Montong Gamang, Kopang Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (13/8) lalu. Hal ini dipicu dugaan tindak asusila. Pemerintah desa setempat dan kepolisian pun berharap, agar kedua belah pihak yang bertikai, berdamai saja.

a�?Ada dua pilihan, kita dorong islah dan tidak perlu diperpanjang lagi atau kita arahkan keranah hukum,a�? kata Sekdes Montong Gamang Enggos Sofyan Indra, kemarin (14/8).

Ia menekankan, kedua belah pihak yang bertikai tersebut, merupakan satu rumpun keluarga. Untungnya aksi saling serang menggunakan parang persebut bisa dilerai aparat. a�?Alhamdulillah saat ini, situasi desa aman terkendali,a�? katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kopang Kompol Murbaiyono membenarkan persoalan yang terjadi. Dikatakannya, sampai saat ini polisi masih kesulitan mengusut bukti dugaan perzinahan tersebut. Karena, tidak ada saksi yang melihat langsung, apa yang dituduhkan kepada terduga SH (inisial-red) dan inisial HN.

Yang ada, kata Murbaiyono salah satu saksi inisial WW, tiba-tiba memukul SH. Akibatnya, yang bersangkutan melapor tindakan yang dilakukan WW. Kejadiannya, pada 23 Juli lalu. Konon WW memergoki kedua pasangan bukan suami istri itu, sedang berhubungan intim. Namun, keduanya membantah.

a�?Saya tidak ingin, ada provokasi antara warga, sehingga permasalahan yang tidak ada, menjadi ada. Tolong, dibicarakan baik-baik saja,a�? serunya.

Kendati demikian, tambah mantan Kasubag Humas Polres Loteng tersebut, kepolisian terpaksa menahan WW dan satu rekannya, inisial MS. Penahanan dilakukan, karena keduanya melakukan aksi pemukulan kepada korban, yang dituduh berzina. a�?Gara-gara aksi itu, SH dan keluarga melakukan aksi balas dendam Sabtu, kemarin,a�? katanya.

a�?Jika saran kami untuk berdamai tidak diindahkan, maka kami terpaksa mengusut secara hukum. Namun, lebih kepada aksi pemukulan saja,a�? lanjut Murbaiyono.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka