Ketik disini

Bima - Dompu

Pak Polisi, Genjot Juga Fiberglass dan BBGRM!

Bagikan

KOTA BIMA – Polisi dan jaksa ditantang untuk tidak tebang pilih dalam menangani perkara korupsi. Penegak hukum diminta bersikap profesional.

Sorotan itu diungkapkan Akademisi STISIP Mbojo Bima Arif Sukirman SH menyusul penahanan tersangka kasus korupsi pengadaan lahan Pemkot Bima Syahrullah. Menurut dia, jumlah kerugian negara atas kasus tersebut cukup besar. Hasil perhitungan BPKP Rp 685 juta.

Jika dibanding kerugian negara kasus fiberglass, kata dia, jauh lebih sedikit. Pagu anggaran Rp 1 miliar. Sementara, hasil audit BPKP menyebutkan kerugian negara Rp 159 juta. Begitu juga kasus pengadaan baju BBGRM Tahun 2014. Hasil audit BPKP Mataram, angka kerugian negara hanya Rp 300 juta.

”Fiberglass dan BBGRM lebih sedikit. Tapi penanganannya sampai melibatkan Polda NTB,” sorot dia, kemarin (19/8).

Arif menuding, pihak kepolisian tidak transparan menangani kasus tersebut. Sehingga, penanganan dua perkara tersebut masih samar-samar.

Kendati demikian, Sukirman mengapresiasi kinerja kepolisian dan kejaksaan. Mereka telah berupaya menyelesaikan kasus Kemenag Kabupaten Bima dengan tersangka Irfun dan kasus pengadaan tanah dengan tersangka H Syahrullah.

”Saya apresiasi kinerja kepolisian. Dua kasus itu bisa diselesaikan,” tegasnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Bima Kota AKP Antonius F Gea membantah pihaknya sengaja memperlambat kasus fiberglass dan BBGRM. Ia menegaskan, kasus fiberglass masih dalam tahap penyidikan. Sementara, kasus pengadaan tanah Pemkot Bima berkasnya sudah rampung.

”Polda bisa melimpahkan dan menarik kasus dari satker di bawahnya. Baik kasus pidum,  pidsus, dan tipikor.  Pertimbangannya agar setiap perkara dapat terselesaikan dengan lancar,” kata saat ditanya terkait penanganan perkara fiberglass dan BBGRM yang harus melibatkan polda. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka