Ketik disini

Metropolis

Dunia Robot Semakin Nyata

Bagikan

Robot kian dekat dengan kehidupan manusia. Semakin banyak aktivitas manusia bisa mereka tiru. Seperti berlari, olahraga hingga memasak makanan. Benda mekanik yang memiliki kecerdasan ini bukan tidak mungkin akan terus menggeser peran manusia di masa mendatang.

***

Jadi seorang juru masak bisa. Main sepak bola bisa. Gulat sumo bisa. Terbang dan menyelam bisa. Padamkan api bisa. Diminta angkut barang bisa. Bahkan diajak bermain teater pun bisa.

Hampir semua aktivitas manusia kini bisa dilakukan para robot. Meski merupakan alat mekanik, tapi robot seperti memiliki “nyawa” sehingga bisa bergerak otomatis. Kini robot semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Jika selama ini pemanfatan teknologi robot sebagian besar untuk kepentingan produksi di pabrik. Tapi kini robot diperjual belikan untuk berbagai keperluan manusia. Termasuk pekerjaan rumah tangga seperti membersihkan debu, pengantar barang dan sebagainya.

Di Indonesia, pembuat robot juga terus berinovasi. Mereka mencipatakan robot dengan berbagai keunggulan.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa kehidupan robot semakin nyata. Khayalan tentang robot yang sering digambarkan dalam film-film akan menjadi kenyataan. Sebuah kehidupan dimana manusia dan robot hidup berdampingan, bahkan terlibat dalam sebuah konflik.

Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya pelajar yang mempelajari teknologi robotik. Pelajar dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi sudah sangat akrab dengan robot.

Mereka terus berkreasi menciptakan robot dengan keunikan tersendiri. Seperti robot teater milik murid SD Plus Muhammadiyah Brawijaya yang hadir di Mataram.

Robot-robot pintar buatan anak SD ini bisa diajak menari, bermain musik dan memainkan peran dalam sebuah cerita. Ada juga robot yang bisa memasak milik pelajar asal Jawa Timur dan Malaysia. Robot bermain sumo hingga sepakbola.

Di Mataram, para pelajar SMKN 3 Mataram sudah lama mengembangkan robot kapal selam. Juga para mahasiswa di Universitas Mataram banyak merancang robot dengan beragam bentuk dan tampilan.

Bila terus dikembangkan, dengan tampilan yang lebih hidup, robot-robot ini bisa menjadi teman. Bahkan pesaing bagi manusia di era mendatang.

Yudi, ketua panitia International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) mengatakan, antusiasme belajar membuat robot di Indonesia cukup tinggi. Bahkan lebih tinggi dari anak-anak di Jepang atau Amerika Serikat. Hal ini terbukti dengan keikut sertaan Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional.

”Peminatnya luar biasa. Sekolah muslim saja sudah banyak, belum sekolah umum,” katanya.

Menurutnya, potensi dan kreativitas anak Indonesia juga tidak kalah dengan anak-anak di negara maju. Hanya saja, di luar negeri fasilitasnya lebih lengkap dan lingkungan menunjang untuk membuat beragam inovasi robot.

Seperti Tiongkok atau Amerika Serikat, mereka memiliki pabrik alat dan bahan-bahan membuat robot. Sementara di Indonesia bahan-bahan harus diimpor.

”Dengan luar negeri kita hanya kalah infrastruktur untuk membuat robot saja. Kalau sama-sama pemula, anak Indonesia tidak kalah,” katanya.

Untuk pengembangan robotika di kalangan pelajar Islam, setiap tahun diadakan IISRO . Dan tahun ini dilombakan sembilan ketegori yakni aerial robot atau robot terbang, transporter atau robot pengakut barang, chef robot atau robot memasak, soccer atau robot sepak bola, fire fighting atau robot pemadam api, under water atau robot di dalam air, robot sumo, dan robot teater.

Kepala Sekolah Robot Indonesia Dhadhang Setiya Budi Winarto mengatakan, sejak enam tahun terakhir perkembangan dunia robot di Indonesia sangat pesat. Di Jawa Timur saja, hampir semua sekolah memiliki kegiatan ekstrakulikuler robotik.

Dari segi kreativiatas, anak-anak Indonesia tidak kalah jago. Potensinya sangat besar. Terbukti hampir setiap kompetisi Internasional, Indonesia dapat penghargaan.

”Kita selalu mendapat award, kalau tidak juara satu minimal tiga besar,” kata Dhadhang.

Dibandingkan dengan negara maju, Indonesia masih kebanyakan mengembangkan robot yang bisa diterapkan pada pabrik. Sementara di luar negeri, sudah lebih dikembangkan ke robot yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, riset robot Indonesia mulai banyak. Seperti pengembangan robot untuk penanggulangan bencana. Robot yang bisa menyelam ke dalam air untuk melakukan evakuasi di dalam air.

”Kalau selama ini dibeli dari luar sekarang sudah bisa buat sendiri,” katanya.

Menurutnya, membuat robot memiliki banyak keuntungan bagi perkembangan seorang anak. Tidak sekadar pandai merakit, tapi juga seorang anak akan mendapat pelajaran fisika, matematika sekaligus saat praktik. Juga saat membuat robot deteksi zat, di sana masuk pelajaran kimia.

”Secara tidak langsung mereka akan memahami, oh ini yang saya pelajari di fisika, ini di kimia,” ujarnya.

Dhadhang berharap para pelajar Indonesia ke depan bisa terus berkembang dan bisa membuat hak paten atas karya-karyanya. Sehingga robot tidak sekadar membuat lalu ditinggalkan, tapi bisa terus dikembangkan.(ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka