Ketik disini

Headline Metropolis

Senggigi pun Ngejazza��

Bagikan

LOBARA�– Pesona Senggigi Internasional Jazz dan World Music Festival menggemparkan kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat tadi malam. Festifal yang pertama kali dihelat di Lombok ini penuh sesak penonton. Tak kecuali para turis asing.

Event ini dibuka kemarin sore pukul 17.00 Wita. Musisi nasional dan lokal unjuk gigi di event ini.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid yang membuka event mengatakan, acara tersebut bukan hanya sebagai tontonan sekali dua kali. Namun, akan menjadi ajang tahunan di Senggigi.

“Acara ini bukan cuma buat gaya gayaan, tapi ke depan akan jadi branding Lombok Barat,” tegasnya.

Lombok Post yang turut serta menyaksikan festival ini merasakan suasana kian malam yang kian asyik. Jumlah penonton pun bukannya berkurang. Tapi kian banyak.

Langit pantai Senggigi yang diwarnai lampu dari panggung menambah kemeriahan suasana. Alunan merdu musik Jazz dan blues yang dibalut alat musik tradisional juga tampil memukau. Mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton.

Dan inilah yang paling banyak ditungu. Yakni penampilan Yura Yunita. Penyanyi pendatang baru yang gemilang tersebut tampil pukul 22.00 Wita.

Keren. Yunita menghipnotis penonton. Musisi yang memperkenalkan lagu sunda dengan aransemen jazz itu mengembalikan semangat penonton dengan penampilannya yang atraktif. Penonton yang berjubel memadati Pantai Senggigi akhirnya berdiri dan berjoget di depan panggung.

Mengenakan baju merah hitam, Yura Yunita menyanyikan delapan lagu selama lebih dari satu jam. Ditemui Lombok Post di ruang ganti, Yura mengatakan Lombok sungguh spesial.

“Saya senang di sini. Banyak tempat wisata yang bagus. Di Bandung pantainya jauh,” katanya usai manggung.

Sebelum Yunita, penampilan yang tidak kalah menghibur disuguhkan talenta lainnya. Musik berkelas dan unik menjadi tontonan yang tidak biasa.

“Bukan hanya alat musik indonesia yang kita tampilkan. Alat musik asal India dan alat musik lainnya juga ada,” sebut Project Manajer Acara M Ais Mashud.

Benar saja. Setelah penampilan Ari Juliant salah satu musisi dengan nama besar di NTB, giliran teman sekotanya, Nissan Fortz menenteng gitar akustik. Menampilkan penampilan terbaiknya di panggung yang berdiri di atas pasir pantai.

Penampilan tersebut diikuti tarian penonton berambut pirang dari tempatnya masing masing.

Salah satu yang juga membetot perhatian tadi malam adalah penampilan Asrie Tresnady dengan alat musik Sitar (alat musik india, red). Selain itu, teman satu panggung Asrie memainkan alat musik yang tidak umum.

Seorang pria bersorban bernama Kidung memainkan sebuah gergaji dengan piawai layaknya sebuah biola. “Ini gergajinya memang khusus buat musik,” kata pria yang akrab disapa mas Kidung itu.

Kedua pria ini menjadi sorotan lantaran permainan musiknya yang terlihat seperti teater. Penampilannya banyak mendapat pujian. Selain itu banyak yang menilai musiknya sangat horor. Dijelaskan Asrie Tresnady, musiknya tidak mengandung teatrikal namun memiliki makna.

Tidak hanya itu, di sela penampilannya muncul wanita India tulen mengenakan Sari (baju khas india, red) dan membawa payung. Wanita tersebut berjalan tanpa aturan di atas panggung. “Musik ini terinspirasi oleh anak anak zaman sekarang termasuk saya. Makanya di tempat duduk saya ada tulisan jadiq yang saya dapatkan dari pemuda Lombok,” katanya. Sungguh keren abis. (van/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka