Ketik disini

Metropolis

Beberok Ayam Andalan Menjamu Tamu

Bagikan

Apa saja makanan kegemaran Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh? Tanya Jumaiah. Sudah tujuh tahun dia menjadi juru masak keluarga Ahyar.

***

JUMAIAH yang ditemui Lombok Post di Pendopo Wali Kota Mataram. Dia mengaku sudah mulai menjadi pembantu rumah tangga wali kota sejak tahun 2009. Kala itu Ahyar masih menjadi wakil wali Kota mendampingi almarhum H Moh Ruslan.

Awal mula perkenalannya, ketika keluarga Wali Kota H Ahyar Abduh sedang mencari pembantu rumah tangga. Oleh salah seorang kawan Hj Suryani, istri Ahyar Ahduh, ia kemudian direkomendasikan.

Tanpa pikir panjang, Hj Suryani langsung mempekerjakannya. Apalagi, setelah mencoba beberapa menu masakan yang dibuat Jumaiah, keluarga wali kota langsung merasa klop dengannya. Maklum, sebelumnya, Jumaiah memang sudah terbiasa dengan urusan masak memasak. Karea ia pernah bekerja di usaha cathering.

Terlebih, ia tidak kesulitan memenuhi selera makan Ahyar dan keluarganya. Ia mengungkapkan Ahyar menyukai makanan khas Sasak seperti masyarakat Lombok pada umumnya. Masakan-masakan yang disukai Ahyar adalah menu yang memang biasa sehari-hari dibuatnya saat bekerja di cathering dulu.

a�?Beliau (Ahyar, Red) suka minta dibuatkan poelecing. Yang penting ada sayur bening dan ikan asin, beliau pasti makannya lahap,a�? kata dia tersenyum.

Begitu juga dengan isri wali kota, Hj Suryani. Selera makan Hj Suryani diungkapkannya tidak jauh beda dengan Ahyar. Mereka berdua senang dengan masakan khas Sasak seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya.

a�?Ibu juga senang makan pelecing. Tapi beliau berdua ini nggak suka yang terlalu pedas. Yang sedang saja,a�? jelasnya.

Selain pelecing, Jumaiah juga mengungkapkan kalau Ahyar senang dengan menu beberok ayam. Di mana ayam dicincang dan dicampur dengan sambal mentah. Ini adalah salah satu menu favorit wali kota. Menu ini ternyata digemari sejumlah pejabat yang bertamu ke pendopo.

a�?Kalau ada tamu yang datang dan makan di sini, biasanya bapak atau saya minta bibi (panggilan ke Jumaiah, Red) untuk buatkan beberok ayam. Soalnya teman-teman bapak katanya suka,a�? puji Hj Suryani kepada Jumaiah.

Meskipun hampir semua menu makanan keluarga Ahyar dibuat oleh Jumaiah, namun beberapa bumbu diakuinya sesuai arahan Hj Suryani. Ia mengaku ada beberapa bumbu yang tidak diperkenankan terlalu banyak digunakan dalam membuat makanan. Misalnya saja seperti penyedap rasa.

a�?Karena penyedap rasa itu memberi pengaruh besar terhadap kesehatan. Makanya saya diminta ummi (panggilan ke Hj Suryani, Red) untuk menggantinya dengan gula,a�? akunya.

Selain piawai membuat makanan pedas khas Sasak, Jumaiah menuturkan membuat berbagai menu lainnya. Mulai dai gule lemak, gulai, rawon, hingga menu lainnya. Agar Ahyar tidak bosan dan senang makan di rumah. Hal ini yang dibeberkan Hj Suryani membuat suaminya lebih suka makan di rumah ketimbang di luar.

a�?Terus terang bapak itu kurang suka makan di luar,a�? ungkapnya.

Lain Ahyar dan istrinya, lain pula dengan selera makan anak-anaknya. Jika Ahyar lebih senang dengan menu khas Sasak, anak-anaknya dikatakan Jumaiah lebih senang dengan menu modern. Sehingga, mau tidak mau Jumaiah pun harus belajar membuat berbagai menu baru. Untuk itu, kadang ia mengupgrade kemampuan memasaknya dengan belajar dari buku resep makanan.

a�?Saya sering dibawakan buku resep makanan sama ibu. Dari sana nanti kita belajar. Tapi kadang mereka juga buat sendiri sambil belajar masak,a�? terangnya.

Namun demikian, untuk anak Ahyar yang masih kecil, Jumaiah mengungkapkan masih sama seperti orang tuanya,m suka dengan menu khas Sasak buatannya. Tak hanya itu, anak-anak Ahyar yang saat ini masih duduk di bangku SD dirasakannya sudah menganggap dirinya bagian dari keluarga. Ini bisa dimaklumi karena ia sudah menemani Ahyar dan keluarganya sejak anak bungsu mereka berusia satu tahun.

a�?Ya akhirnya merasa seperti keluarga,a�? ungkapnya.

Kehadiran Jumaiah membuat Ahyar maupun istrinya merasa tenang ketika meninggalkan rumah. Mereka mengaku bisa tenang meninggalkan anak-anaknya diA� rumah ketika harus mengikuti kegiatan di luar daerah.

a�?Kalau ada bibi di rumah yang nemenin anak-anak, perasaan kita tenang dan nyaman. Dia bisa mengatur anak-anak layaknya kita sebagai orang tua,a�? aku Hj Suryani.

Untuk itulah, keberadaan Jumaiah dirasakannya sangat penting bagi keluarga mereka. Ia menilai sosok Jumaiah sebagai pribadi sederhana yang tidak neko-neko. Inilah yang membuatnya dan keluarganya tetap mempercayakan jumaiah mendampingi keluarga mereka membantu kegiatan sehari-hari di rumah. (Hamdani W./Mataram/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka