Ketik disini

Praya

DPR Dorong Tambahan Penerbangan ke Lombok

Bagikan

PRAYA – Kunjungan Komisi VII DPR RI di Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah (Loteng) kemarin (21/8), membawa angin segar.

Mereka ikut mendorong PT Angkasa Pura I (AP) pusat, maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan, untuk menambah penerbangan internasional ke Lombok.

“Itu akan menjadi agenda rapat kami di Komisi, bersama seluruh pengambil kebijakan di pusat,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, usai menggelar pertemuan dengan direksi PT AP I LIA.

Saat ini, kata Haryo di LIA hanya dua maskapai yang melayani penerbangan internasional yaitu Air Asia dan Silk Air. “Kita ingin mendorong, Garuda Indonesia masuk,” katanya.

Tidak itu saja, pihaknya juga berkeinginan untuk meminta tambahan penerbangan Asia Air, dari beberapa negara di dunia ke Lombok. “Karena potensi penerbangan Asia Air ini cukup besar,” kata politisi Gerindra tersebut.

Untuk mensukseskan penambahan penerbangan internasional itu, kata Haryo kuncinya adalah, warga asing banyak berdatangan ke Lombok. Caranya, pemerintah daerah harus gencar menggalakkan promosi pariwisata.

“Apalagi, Lombok ditetapkan sebagai pariwisata halal.Sehingga, kami mendukung langkah Gubernur NTB, mempromosikan wisatanya ke Timur Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT AP I LIA I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, sejak awal tahun lonjakan penumpang cukup tinggi. Salah satu contoh, saat liburan lebaran.

Otoritas bandara memprediksikan 8 ribu penumpang per hari, namun faktanya mencapai 13 ribu penumpang per hari.

“Biasanya selesai liburan lebaran, para penumpang keberangkatan melonjak. Tapi, sekarang terbalik, malah penumpang kedatangannya yang banyak. Itu artinya, mereka sedang berwisata,” katanya.

Di LIA sendiri, kata Ardita ada delapan maskapai penerbangan yang melayani penumpang yaitu, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Asia Air, Travira Air dan Silk Air.

Mereka melalui 10 rute penerbangan meliputi, Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Sumbawa, Bima, Benete, Kuala Lumpur dan Singapura.

“Jarak yang paling jauh yaitu, Jeddah melalui penerbangan haji setiap tahunnya. Sedangkan, jumlah trafik penerbangannya sebanyak 68 pesawat per harinya,” kata Ardita.

“Kita bersyukur pemerintah, dewan dan masyarakat mendukung kemajuan bandara kita tercinta ini,” tambah orang nomor satu dijajaran PT AP I LIA tersebut.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka