Ketik disini

Metropolis

Pengurus Kabupaten Dan Kota Dilantik

Bagikan

MATARAM – Pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) kabupaten/kota se-NTB dilantik di Hotel Aston Inn, Sabtu (20/8) lalu. Pelantikan ini mengesahkan SK kepengurusan IAKMI kabupaten/kota se-NTB yang ditetapkan di pusat.

”Saat ini merupakan pengukuhan pengurus cabang Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kota Mataram,” kata Ketua IAKMI NTB Moh. Abdullah.

Dijelaskan IAKMI merupakan organisasi profesi bidang kesehatan. Seperti organisasi kesahatan lainya, IAKMI memiliki bagian dan fungsi yang berbeda. IAKMI secara keilmuan memiliki kemampuan dan kompetensi dasar di bidang kesehatan masyarakat yang dapat mengidentifikasi dan menganalisis potensi-potensi masalah bahkan yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal. Sebagai garda terdepan IAKMI diharapkan mampu memberikan pola pikir dan berkontribusi bagi pemerintah, khususnya pada masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan.

Salah satu yang digelar IAKMI NTB ini seperti seminar nasional tentang penyakit jantung. Selaku bidang profesi kesehatan dalam bidang promotif dan preventif, IAKMI merasa terpanggil dan bertanggung jawab terhadap upaya meningkatkan kesehatan masyarakat NTB. ”Penyakit Cardio Vascular mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan,” jelasnya.

Melalui seminar nasional ini, IAKMI ingin mengajak masyarakat mengenal bagaimana penyakit cardio vascular ini. Inilah salah satu bentuk sosialisasi dalam memberikan informasi. ”Dalam seminar ini akan dipaparkan bagaimana pencegahan penyakit jantung dan penataan dalam rumah tangga,” jelasnya.

Termasuk cara memberikan pertolongan awal pada si penderita saat berada di rumah sebelum ke rumah sakit. Terlihat dari jumlah peserta seminar yang mendaftar hampir 400 orang, menandakan masyarakat umum mulai care terhadap penyakit jantung. Sehingga seminar ini juga bisa menjadi pengetahuan dalam upaya masyarakat mencegah penyakit jantung.

Sementara itu dokter spesialis jantung RSUP NTB dr Gusti Ayu Rai Prawisanthi menerangkan saat ini dominan penyakit tidak menular seperti jantung menyebabkan angka kematian meningkat. Jumlah penderita di NTB pun kini terus mengalami peningkatan. ”Poli jantung setiap hari yang datang pasiennya semakin bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan di NTB yang banyak adalah penyakit jantung koroner karena memiliki faktor risiko. Faktor resiko ini terdiri dari usia, keturunan, dan jenis kelamin. Usia yang biasa terkena penyakit jantung laki-laki 55 tahun dan wanita 60 tahun. Keturunan keluarga yang ada terkena penyakit jantung juga perlu diwaspadai misalnya laki-laki di bawah umur 40 tahun dan wanita 55 tahun ke bawah, keluarga sangat berisiko jantung. ”Laki-laki lebih sering terkena penyakit jantung daripada wanita, karena wanita masih dilindungi hormon estrogen sebelum menopause,” tandasnya. (nur/r7/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka