Ketik disini

Metropolis

Salah Ketik, Ganggu Pengesahan APBDP

Bagikan

MATARAMA�– Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)A� Perubahan Kota Mataram 2016, Sabtu (20/8) berlangsung alot. Sebelum palu diketok, Ketua Fraksi PDIP Kota Mataram I Gede Wiska melakukan interupsi. Ia menemukan perbedaan jumlah anggaran yang disepakati saat rapat gabungan komisi dengan anggaran yang dibacakan pada paripurna.

Wiska menyebutkan, saat pembahasan, nilai pendapatan daerah sebesar Rp 1.444.023.979.187, tapi setelah paripurna berubah menjadi Rp 1.446.023.979.187. Sehingga terdapat selisih sebesar Rp 2 miliar. Demikian juga dengan belanja daerah, saat rapat gabungan disepakati Rp 1.507.585.096.458, tapi yang dibacakan saat paripurna sebesar Rp 1.509.585.096.458, sehingga terdapat selisih belanja Rp 2 miliar.

a�?Mohon penjelasan mana yang benar,a�? kata Wiska.

Menanggapi pertanyaan ini, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi yang memimpin rapat paripurna terpaksa menskors sidang. Didi kemudian melakukan pertemuan khusus bersama Gede Wiska dan Kepala BPKAD Kota Mataram Yance Hendradira untuk mendapatkan penjelasan. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan para kepala SKPD yang hadir dibuat gusar dengan hal ini.

Setelah diskors cukup lama, rapat paripurna kembali dilanjutkan. Kepada peserta rapat, Didi Sumardi menjelaskan, perbedaan jumlah anggaran yang dipertanyakan PDIP pada dasarnya tidak ada masalah.

a�?Perbedaan angka itu terjadi karena faktor teknis,a�? jelasnya.

Pada saat rapat gabungan komisi, dewan diberikan rancangan anggaran yang diketik secara manual, tidak menggunakan sistem komputer. Setelah data dimasukkan ke dalam sistem komputer, maka ketemulah angka yang dibacakan sekretaris gabungan komisi Hj Kartini Irwani dalam paripurna.

Angka terakhir tersebut merupakan gabungan hasil pembahasan komisi yang sudah dimasukkan ke dalam sistem komputer. Dengan demikian, jumlah RAPBD Perubahan 2016 yang benar adalah angka yang dibacakan dalam rapat paripurna. Sehingga yang angka disepakati adalah pendapatan Rp 1.446.023.979.187 dan belanja sebesar Rp 1.509.585.096.458.

a�?Jadi sebenarnya tidak ada permasalahan,a�? kata politisi Golkar ini.

Dalam APBD Perubahan 2016 yang diketok, terdapat penambahan pendapatan sebesar Rp 136 miliar lebih. Semula Rp 1,3 triliun lebih, bertambah menjadi Rp 1,4 triliun lebih. Demikian juga dengan anggaran belanja terjadi penambahan sebesar Rp 165 miliar lebih. Jumlah sebelumnya Rp 1,3 triliun, bertambah menjadi Rp 1,5 triliun. Dengan demikian terjadi defisit atau kekurangan anggaran belanja sebesar Rp 63 miliar lebih.

Meski akhirnya APBD Perubahan disahkan, namun I Gede Wiska sangat menyayangkan kesalahan teknis ini terjadi dalam penyusunan anggaran. Apalagi dengan alasan salah ketik atau salah memasukkan data di komputer. Walau A�terkesan sepele, tapi dampaknya besar. Selisih anggara mencapai Rp 2 miliar tidak bisa dianggap main-main

a�?Harusnya ini tidak boleh terjadi karena ini menyangkut uang masyarakat,a�? katanya usai rapat paripurna.

Ia tidak ingin gara-gara kesalahan ini, terjadi masalah di kemudian hari. Namun sejauh ini ia masih berpikir positif bahwa hal ini murni disebabkan kesalahan teknis. Dengan catatan keteledoran seperti itu tidak boleh terjadi lagi.

a�?Intinya bahwa namanya angka tidak boleh salah, apalagi sampai dua miliar, itu tidak sedikit,a�? tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, ia bersyukur APBD Perubahan dapat disepakati. Tapi sebelum dieksekusi, anggaran ini harus diserahkan ke Gubernur NTB untuk dilakukan evaluasi sehingga mendapatkan pengesahan.

a�?Kemudian hasil evaluasi ini akan kita bahas bersama-sama kembali,a�? jelasnya.

Ahyar menyebutkan tahun ini, terjadi pengurangan dana perimbangan dari pemerintah pusat sebesar Rp 20,9 miliar lebih. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2016. A�Akibatnya, beberapa program SKPD terpaksa ditunda, dan akan diajukan lagi dalam APBD murni tahun 2017.

a�?Sebenarnya program ini sangat prioritas untuk dilaksanakan,a�? kata Ahyar.

Meski terjadi pengurangan Rp 20 miliar, tapi pemerintah pusat memberikan dana alokasi khusus (DAK) infrasktruktur sebesar Rp 99,3 miliar lebih. Dana ini khusus dipergunakan untuk memperbaiki jalan lingkungan di Kota Mataram. Dengan demikian, maka semua ruas jalan di Mataram akan menjadi bagus.(ili/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka