Ketik disini

Sumbawa

Jagung Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Bagikan

SUMBAWA – Keberhasilan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dalam mendongkrak produksi jagung diapresiasi pemerintah pusat. Bersama Kabupaten Bima dan Dompu, produksi jagung Sumbawa mampu menurunkan impor jagung nasional hingga 60 persen.

Untuk itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak gubernur dan bupati/wali kota se-NTB menjadikan NTB sebagai lumbung pangan jagung nasional pada tahun 2017 mendatang. Untuk itu, Kementerian Pertanian menggelontorkan sejumlah bantuan kepada Kabupaten Sumbawa, Bima dan Dompu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan kerjanya saat panen raya di Kecamatan Utan, Sabtu (20/8) pekan lalu mengatakan, pemerintah mengimpor jagung sebanyak 3,6 juta ton. Tahun 2016 ini sampai hari ini, impor jagung baru 800 ribu ton.

Ini artinya, ada penurunan hingga 60 persen atau berkurang sebanyak 2,8 juta ton. Setelah melihat hasil produksi, Menteri Amran menjamin tidak ada lagi impor sampai akhir Desember tahun ini. Dia menegaskan bahwa harga yang ditetapkan pemerintah saat ini Rp 3.150/kg dengan kadar air 15.

Tiga kabupaten prioritas sebagai penyangga yakni KabupatenA� Sumbawa, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Untuk itu, Menteri Amran meminta kepada ketiga bupati untuk menambah luas tanaman jagung menjadi dua kali lipat pada tahun 2017.

”NTB harus seluas 400 ribu hektare. Jika semua tertanam, penghasilan petani sampai Rp 12 triliun. Dan pasti bisa, harga dijamin pemerintah,” katanya.

Diungkapkan, di tahun 2015 silam Kabupaten Sumbawa diuji coba secara khusus untuk menanam jagung seluas 75 ribu hektare dari 70 ribu hektare. Hasilnya, Kabupaten Sumbawa berhasil melakukannya. Capaian tersebut berdampak positif secara umum terhadap capaian nasional yang mampu menurunkan impor hingga 60 persen.

a�?Salah satu yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi adalah pertanian,” kata Andi.

Dasar menjadikan tiga kabupaten ini menjadi lumbung jagung nasional, pertama adanya agroclimer. Dengan dasar memperhatikan keunggulan komparatif suatu daerah. Bahwa sudah menjadi budaya menaman jagung yang sudah turun menurun di masyarakat Sumbawa, Dompu dan Bima.(jar/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka