Ketik disini

Metropolis

Jumlah SKPD Membengkak

Bagikan

MATARAMA�– Jumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Mataram akan membengkak. Berdasarkan perhitungan sementara Bagian Organisasi Setda Kota Mataram, jumlah eselon II B akan bertambah dari 35 menjadi 38 SKPD. Belum termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan RSUD Kota Mataram.

a�?Data ini sifatnya masih sementara lho ya,a�? kata Kepala Bagian Organisasi Kota Mataram H Cukup Wibowo.

Mantan Kabag Humas ini menjelaskan, jumlah ini didapatkan berdasarkan hasil pemetaan skor urusan Pemkot Mataram, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Dengan pertimbangan efesiensi sumber daya yang dimiliki, ada beberapa dinas/badan yang digabung dan ada juga yang dipisah menjadi SKPD tersendiri.

Seperti urusan keuangan berganti nama menjadi Badan Keuangan Daerah, tidak lagi menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Badan kepegawaian daerah (BKD) menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah. Urusan pendidikan dan kebudayaan, masuk dinas tipe A dengan nama Dinas Pendidikan.

Sementara urusan kepemudaan dan olahraga akan berdiri sendiri menjadi Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Urusan sosial masuk ketegori dinas tipe B yang ditangani Dinas Sosial.

Sementara urusan tenaga kerja dan transmigrasi masuk tipe C dengan nama Dinas Tenaga Kerja. Urusan penanaman modal dan unit pelayanan perizinan akan ditangani Dinas Penanaman Modal dan Unit Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu.

Urusan Perdagangan masuk tipe B yang ditangani Dinas Pedagangan. Sementara urusan perindustrian ditangani khusus oleh Dinas Perindustrian. Demikian juga dengan koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), akan ditangani dinas tersendiri yakni Dinas Koperasi dan UKM. Sebelumnya, tiga dinas ini digabung dalam Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).

Dinas Pariwisata akan beridiri sendiri, sebab urusan kebudayaan masuk pendidikan. Kemudian urusan komunikasi informatika, statistik dan persandian akan ditangani Dinas Komunikasi dan Informatika. Terpisah dari dinas perhubungan saat ini.

Untuk urusan pekerjaan umum dan penataan ruang akan digabung menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Dimana saat ini ditangani dua dinas berbeda yakni Dinas PU dan Dinas Tata Kota.

Sementara urusan perumahan dan kawasan permukiman yang saat ini menjadi bidang di dinas PU, akan menjadi dinas sendiri yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Urusan perhubungan berdiri sendiri menjadi dinas tipe B dengan nama Dinas Perhubungan.

Urusan Lingkungan Hidup menjadi dinas tipe A dengan nama Dinas Lingkungan Hidup. Dua dinas akan digabung ke dalam Dinas Lingkungan Hidup yakniA� dinas kebersihan dan dinas pertamanan.

Dinas Pangan akan berdiri sendiri dan masuk dinas tipe B. Sementara Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan akan dipisah menjadi Dinas Pertanian tipe C, dan Dinas Kelautan Perikanan berdiri sendiri-sendiri. Sementara urusan perpustakaan dan kearsipan juga akan dipisah menjadi Dinas Kearsipan dan Dinas Perpustakaan. a�?Semuanya (SKPD ini) akan dipimpin eselon II,a�? terang Cukup.

Cukup menjelaskan, Dinas Daerah diklasifikasikan dalam tiga tipe yakni, dinas tipe A dibentuk untuk mewadahi urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dengan beban kerja yang besar, dengan total skor variabel lebih dari 800. Terdiri dari 1 sekretariat dan paling banyak 7 bidang, tapi di Kota Mataram maksimal lima bidang.

Dinas tipe B dibentuk untuk mewadahi urusan pemerintahan dengan beban kerja sedang, skor variabel 601-800. Terdiri dari 1 sekretariat dan paling banyak 5 bidang. Sekretariat terdiri dari 3 subbagian dan masing-masing bidang terdiri dari paling banyak 2 seksi.

Sementara Dinas tipe C dibentuk untuk mewadahi urusan pemerintahan dengan beban kerja kecil, total skor variabel kurang dari 400. Terdiri dari 1 sekretariat dan paling banyak 3 bidang. Sekretariat terdiri dari 3 subbagian dan masing-masing bidang terdiri dari paling banyak 2 seksi.

Sementara Lembaga Teknis Daerah (LTD) dibentuk untuk menunjang urusan pemerintah, terdiri dari 1 subbagian tata usaha dan kelompok jabatan fungsional. Sementara Badan Kesatuan Bangda dan Politik (Bakesbangpol), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan RSUD Kota Mataram tidak dirubah karena memiliki aturan perundang-undangan tersendiri. Sehingga mereka tetap melaksanakan kegiatan dengan anggaran dan struktur organisasi yang sudah ada.

Cukup menjelaskan, saat ini rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perangkat daerah ini masih diajukan ke DPRD Kota Mataram. Pihaknya masih menunggu hasil pembahasan dari dewan. Jika disetujui maka dinas-dinas tersebut akan diresmikan dan menjadi format baru perangkat daerah.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Muhtar mengatakan, saat ini Pansus Raperda Perangkat Daerah DPRD sedang mengkaji usulan eksekutif tersebut. Bahkan sudah melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri. a�?Kita ajak juga eksekutif agar tidak terlalu banyak berdebat nanti,a�? katanya.

Pada dasarnya dengan PP Nomor 18 Tahun 2016, dewan menginginkan organisasi pemerintah lebih langsing. Jika ada perangkat daerah yang bisa digabung, sebaiknya dilebur menjadi satu. Hal ini sesuai dengan semangat awal dikeluarkannya PP Nomor 18 tahun 2016, untuk efesiensi kerja pemerintah. Bukan sebaliknya malah bertambah banyak. a�?Kita semua menginginkan lebih ramping,a�? kata politisi Gerindra ini.

Meski demikian, dewan melalui Pansus akan mempelajari lebih dalam usulan eksekutif tersebut. Apakah tetap sesuai usulan atau akan dikurangi. a�?Kalau bisa, kita sih inginnya dari 35 menjadi 30, tapi harus kita kaji dulu,a�? katanya.

Dewan menargetkan, perangkat daerah ini segera disahkan sebab akan menjadi acuan dalam menyusun KUA-PPAS APBD Kota Mataram tahun 2017. Selain itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga menunggu-nunggu pengesahan raperda ini agar bisa segera melakukan mutasi pejabat.

a�?Saya inginnya cepat-cepat (mutasi) tapi harus tunggu perda perangkat daerah ini dulu,a�? kata Ahyar beberapa waktu lalu. (ili/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka