Ketik disini

Sumbawa

Kadis Dikbudpora Diperiksa

Bagikan

SUMBAWA – Uang persediaan Dinas Dikbudpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 2014 yang raib ternyata tidak diketahui oleh kepala dinas setempat, Mukhlis. Sebab, penggunaan dana tersebut tanpa disertai pertanggungjawaban.

Ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa, Mukhlis mengatakan, bahwa kedatangannya itu untuk menghadiri panggilan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

”Ini panggilan pertama untuk pemeriksaan dalam kasus ini,” ujarnya kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin(22/8).

Mukhlis menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk keperluan dinas secara umum bagi kegiatan di masing-masing bidang. Dana tersebut dianggarkan melalui APBD. Sebanyak Rp 800 juta tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh oknum bendahara pengeluaran yang bertugas saat itu. Yang bersangkutan baru menjabat beberapa bulan sebelum kasus ini mencuat.

Diungkapkan, yang menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA) untuk dana tersebut adalah Sekretaris Dikbudpora yang menjabat saat itu, yakni Yahya Soud. Untuk pencairan dan penggunaan anggaran pemberitahuannya melalui KPA.

Namun, hingga akhir masa anggaran ternyata dana tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan, sempat ada pemeriksaan dari pihak Inspektorat KSB dan hal ini menjadi temuan.

Secara terpisah, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sumbawa, Anak Agung Raka P.D membenarkan adanya panggilan tersebut. Mukhlis dipanggil guna diperiksa terkait kasus uang persediaan di dinas yang dipimpinnya.

Seperti diberitakan, UP di Dikbudpora KSB sebesar Rp 800 juta diduga raib. Dana dari APBD KSB 2014 lalu itu diduga ditilep oleh oknum pejabat di kantor tersebut.

Dalam kasus ini, pihak kejaksaan telah menetapkan satu tersangka, yakni mantan bendahara pengeluaran di dinas tersebut, yakni Elisawati. Saat ini yang bersangkutan bersama suaminya tengah mendekam dalam tahanan Polres Mataram karena terlibat kasus pembunuhan H Alfan. (run/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka