Ketik disini

Selong

Rokok Boleh Naik asal Petani Untung

Bagikan

SELONGA�– Wacana kenikan harga A�rokok hingga menembus Rp 50 ribu perbungkus A�tak selamanya mendapat tentangan. Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lombok Timur (Lotim) menganggap kenaikan boleh saja dilakukan, syaratnya petani dan daerah mendapat manfaat dan keuntungan darinya. a�?Naik, kenapa tidak toh harga rokok kita termurah di dunia,a�? ujar Ketua Apti Lotim Sahabudin, kemarin (22/8)

Jika benar bakal naik, dia memprediksi pasti memberikan dampak. Bahkan bisa saja dalam satu dua tahun pertama, konsumsi rokok berkurang. Peminatnya boleh jadi menahan diri. Namun untuk jangka panjang, dia meyakini semua akan kembali normal. a�?Saya meyakini seperti itu,a�? katanya memperkirakan.

Menurut Sahabudin, yang harus dipikirkan saat ini adalah bagaimana kenaikan itu, berdampak juga pada daerah penghasil dan petani yang menanam tembakau. NTB sebagai salah satu penghasil utama nasional, yang ditopang Lotim, menurutnya pantas mendapat jatah.

Dengan aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) saat ini, daerah mendapat hanya dua persen saja. Jumlah itu setara Rp 300 miliar. Pertemuan 21 Juli lalu, di Kantor Gubernur NTB, ia menyampaikan angka itu seharusnya naik menjadi 20 persen. a�?Saat itu saya ajukan tiga triliun,a�? ujarnya.

Kini, jika benar harga akan naik tiga kali lipat, maka ia mengasumsikan ada penambahan juga dengan berimbang. Angka sembilan triliun menurut Sahabudin sangat laik diberikan pada NTB. Dengan dana itu, ia meyakini banyak hal bisa dilakukan. Perbaikan sarana infrastruktur desa untuk menunjang pertembakauan tentu menjadi yang utama. a�?Jalan dan irigasi bisa diperbaiki, pengadaan pupuk, dan bahan baku lainnya,a�? ujarnya memberi contoh.

Hal itu sebelumnya menjadi atensi Wakil Bupati Lotim H Haerul Warisin. Dia meminta dinas terkait tak ragu memproses kelompok tani yang minta dana DBHCHTnya diarahkan pada pencairan non tunai. Hal itu dianggap lebih efektif dan jelas arahnya, dibanding dibagikan secara langsung. a�?Saya salut dengan petani yang mau seperti itu,a�? ujarnya. (yuk/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka