Ketik disini

Metropolis

Darurat Narkoba di Destinasi Wisata Halal

Bagikan

MATARAM – Di tengah gencarnya Provinsi NTB membanggakan diri sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, daerah ini masih dihantui oleh peredaran narkoba. Yang lebih memprihatinkan, peredaran barang haram tersebut justru paling marak di destinasi wisata unggulan daerah.

Maraknya penyalahgunaan narkoba di NTB juga menjadi gunjingan hangat di dunia maya. Secara gamblang, wisatawan menceritakan pengalamannya begitu mudah mendapati atau ditawari barang haram ketika berlibur ke destinasi wisata halal.

Salah satunya, pada artikel bertajuk a�?The Paradise of Gili Trawangana�? yang dimuat pada blog pribadi salah seorang wisatawan mancanegara http://lostisthenewfound.com pada Maret lalu.

a�?Couldn’t wait to get back to a place that was near Bali, and full of drugs. (TIdak sabar untuk kembali ke tempat yang dekat dengan Bali dan penuh dengan narkoba),a�? tulisnya.

Bebasnya peredaran narkoba di daerah ini juga sempat diberitakan oleh salah satu media online Australia http://www.smh.com.au. Pada artikelnya yang berjudul Gili Trawangan: western drug haven amid tropical attractions of Indonesia. Digambarkan bahwa Gili Trawangan adalah salah satu tempat di Indonesia, di mana pengawasan terhadap peredaran narkoba masih minim.

a�?This is Indonesia, a country where taking drugs is punishable by death but seemingly not on Gili Trawangan. (Ini adalah Indonesia, negara di mana penyalahguna narkoba bisa dihukum mati, tetapi tampaknya tidak demikian di Gili Trawangan),” tulisnya.

Masalah narkoba di destinasi wisata di Lombok ini sebenarnya sudah lama menjadi gunjingan di jagat maya, termasuk di salah satu situs perjalanan wisata terkemuka tripadvisor.com. Di beberapa forum juga mengulas betapa mudahnya wisatawan bisa memakai narkoba di destinasi wisata dan bahkan pernah membawanya saat penyeberangan langsung dari Bali ke Trawangan menggunakan kapal cepat.

Bebasnya peredaran narkoba di destinasi wisata ini juga menjadi pembahasan serius dalam rapat tertutup Tim Koordinasi Pembinaan Penanggulangan Keamanan di Rupatama kantor Gubernur NTB, Senin (22/8).

a�?Pengawasan peredaran narkoba di destinasi wisata, terutama di Gili Trawangan harus benar-benar kita tingkatkan. Ini menjadi perhatian serius kami,a�? kata Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin.

Tidak hanya di destinasi wisata, dalam rapat tertutup itu, lanjut Amin, juga dibeberkan betapa signifikannya peningkatan jumlah penyalahgunaan narkoba di NTB. a�?Masalah narkoba ini memang sudah semakin darurat. Tidak hanya orang dewasa, tetapi anak-anak dan pelajar juga jadi korban,a�? imbuhnya.

Untuk itu, dari rapat tersebut juga ditelurkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya, mendorong aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan. Selain itu, sanksi bagi pengedar narkoba juga diharapkan lebih berat lagi. Bahkan, Pemprov NTB mendorong sanksi hingga hukuman mati bagi pelaku yang benar-benar menjadi dalang tingginya peredaran narkoba di NTB.

a�?Kita dorong sanksinya yang paling berat, malah bisa sampai hukuman mati. Makanya dalam rapat tadi sekaligus kita undang unsur dari kejaksaan dan pengadilan,a�? kata Amin.

Selain itu, tentunya juga perlu langkah preventif seperti sosialisasi dan penguatan materi tentang perang terhadap narkoba ke sekolah-sekolah.

Wagub juga berharap peran aktif dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. a�?Kalau bisa materi tentang bahaya narkoba ini juga dibahas saat khotbah-khotbah di masjid atau saat pengajian. Narkoba ini sangat berbahaya dan merusak,a�? pungkasnya. (uki/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka