Ketik disini

Sportivo

Iswandi, Fadlin, atau Sudirman

Bagikan

MATARAM – Kontingen NTB akan menurunakan tiga pelari terbaik nasional pada nomor lari 100 meter Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat (Jabar). Mereka adalah Iswandi, Fadlin, dan Sudirman Hadi.

Nama besar ketiganya, diharapkan mampu mengamankan medali emas. Apalagi menilik perfoma ketiganya saat turun di beberapa kejurnas terakhir.

Sayangnya harapan itu terbentur aturan. Dimana, satu daerah tidak bisa menurunkan tiga atletnya dalam satu nomor. Ini jelas merugikan NTB khususnya di nomor 100 meter. Lantas siapa yang akan jadi a�?tumbal?a�?

Pelatih atletik nomor lari 100 meter Subagio mengaku, sejauh ini pihaknya belum memutuskan siapa atlet yang akan diturunkan di nomor lari 100 meter. Dia masih menunggu perkembangan laporan dari PASI NTB yang menanyakan perihal itu ke PB PON. a�?Belum ada kepastian (dari PB PON),a�? katanya, Minggu (21/8).

Subagio akan berkordinasi terlebih dahulu dengan Koordinator Pelatda Rinjani dan Ketua PASI NTB. Ia ingin meminta masukan sebelum memutuskan atlet yang diturunkan di nomor lari 100 meter. a�?Jalan terakhir tiga atlet kita tes,a�? ujarnya.

Edisi PON terakhir, peta kekuatan nomor lari 100 meter ada pada atlet NTB. Iswandi dan Fadlin yang terlebih dahulu mencicipi pesta olahraga terbesar tanah air itu, sukses meraih medali emas dan perak. Iswandi meraup emas dengan catatakan waktu 10,41 detik. Sementara rekannya, Fadlin finish di urutan kedua dengan catatan waktu 10,48 detik.

Begitupun dengan Sudirman Hadi. Meski ini adalah PON pertamanya, tidak ada yang meragukan kemampuan talenta 20 tahun ini. Pelari asal Lombok Utara itu baru saja lolos ke Olimpiade Rio lewat jalur wild card. Sejauh ini, Sudirman mencatatkan waktu terbaik 10,47 detik.

Nama Sudirman mulai populer sejak berhasil memastikan tempat di kejuaraan dunia atletik yang digelar di Ukraina 2013. Pada Thailand Open 2015, Sudirman juga berhasil mempersembahkan medali perak. Dia juga berhasil menjadi yang terbaik pada kejuaraan di Australia dengan catatan waktu 10,47 detik.

Ketua Pengprov PASI NTB H Suhaimi menambahkan, pihaknya tidak ingin gegabah memutuskan atlet yang akan diturunkan di nomor paling bergengsi itu. Dikatakan, banyak pertimbangan dan evaluasi sebelum menentukan nama. a�?Kondisi ini memang tidak ada di keabsahan PB PON,a�? ujarnya.

Ia tidak ingin hal itu mengganggu psikologis para atlet. Ia berharap di sisa waktu, atlet hanya fokus pada persiapan. Terlebih cabor atletik mengusung misi besar, mengamankan enam medali emas di PON Jabar. a�?Akan segera kita putuskan. Kita tidak ingin ada ada pihak yang merasa dikecewakan nantinya,a�? imbuh Suhaimi.

Terpisah, Koordinator Satgas Pelatda Rinjani Wibowo Budi Santoso mengungkapkan, sejauh ini belum ada tanda-tanda dari PB PON soal regulasi tersebut. Menurutnya, keputusan mutlak terkait regulasi pertandingan cabor atletik diputuskan sepenuhnya oleh PB PON. a�?Kita antisipasi. Tapi besar kemungkinan diperbolehkan,a�? ungkapnya. (zen/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka