Ketik disini

Metropolis

Pemprov Akan Lepas Aset Ke AP I

Bagikan

MATARAM – Setelah sempat diwarnai pro dan kontra, Pemprov NTB tampaknya sudah bulat dengan keputusannya. Salah satunya untuk melepas aset daerah di Lombok International Airport (LIA). Rencana jual beli aset tersebut ke PT Angkasa Pura (AP) I semakin menguat.

a�?Sekarang sudah mulai proses appraisal untuk jual beli,a�? kata Kepala Biro Ekonomi Manggaukang Raba.

Manggaukang memang tidak secara gamblang menyebutkan pemprov sudah positif menjual asetnya di LIA. Namun, keputusan pemprov untuk melanjutkan proses appraisal jual beli atas aset tersebut sudah menjadi sinyal positif atas rencana tersebut.

Sebelumnya, Pemprov NTB memang sempat dibuat ragu untuk melepas aset di LIA. Pertimbangannya, pemprov akan kehilangan otoritas di gerbang masuk NTB tersebut jika seluruh aset dan operasional dikuasai oleh AP 1. Pemprov pun sempat mengulur waktu untuk tidak melakukan appraisal jual beli.

a�?Appraisalnya memang sudah berjalan sekarang dan itu dilakukan bertahap,a�? imbuh Manggaukang.

Ini juga dibenarkan oleh General Manager (GM) PT Angkasa Pura I LIA I Gusti Ngurah Ardita ketika dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (23/8). Dikatakan, Pemprov memang hampir positif melepaskan seluruh asetnya ke PT AP 1.

a�?Dari proses yang sudah berjalan saat ini, memang arahnya positif jual beli,a�? kata Gusti.

PT AP 1 memang sudah lama menawarkan untuk membeli aset Pemprov di LIA. Gusti mengaku, pihaknya bahkan sudah menyiapkan anggaran untuk jual beli itu sejak jauh hari. a�?Kita mengharapkan secepat mungkin bisa jual beli. Sekarang, sudah proses appraisal untuk menentukan harga aset. Anggaran kita sudah siap,a�? katanya.

Sayangnya, Gusti enggan membeberkan berapa dana yang sudah disiapkan PT AP 1 untuk menguasai seluruh aset Pemprov NTB di LIA tersebut. a�?Nantilah kalau besaran anggarannya kita akan sampaikan ketika sudah jadi. Nanti ada konferensi pers khusus,a�? imbuhnya.

Disinggung mengenai komitmen PT AP 1 untuk membayarkan kontribusi kepada Pemprov NTB yang selama ini tertunggak, Gusti menjanjikan, kewajiban tersebut akan tetap dilakukan. a�?Kita akan bayarkan kontribusinya, nanti prosesnya bisa bersamaan ketika kita jual beli aset,a�? pungkas Gusti. (uki/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka