Ketik disini

Headline Selong

Petani Tembakau Lotim Merugi

Bagikan

SELONGA�– Perintah Wakil Bupati H Haerul Warisin kepada 16 perusahaan tembakau yang ada di Lombok Timur (Lotim) tak sepenuhnya diindahkan. Dia yang mengatakan tak ingin melihat penolakan pembelian tembakau karena alasan kualitas, ternyata dicueki pengusaha. a�?Tembakau saya masih ditolak, belum laku,a�? kata H Sayrief, seorang petani asal Keruak.

Dia mengatakan kini sangat kebingungan. Pasalnya, jika seluruh perusahaan kompak seperti ini, maka petani pasti merugi. Karena sudah dua kali ditolak, ia kini masih menunggu perkembangan, sembari berharap nantinya ada perusahaan lain yang mau menerima hasil penennya. a�?Masih di rumah semua, belum laku,a�? keluhnya.

Hal serupa juga dirasakan Ruhaili, petani asal Kabar, Sakra. Menurutnya jika perusahaan bersikeras tetap menerapkan kebijakan tersebut, ia dan petani lainnya A�akan rugi besar. Semakin lama menjual tembakau juga menurutnya tidaklah baik. Tembakau yang terus disimpan, otomatis berkurang kualitasnya. a�?Kalau sekarang ditolak, terus kita simpan, ya semakin turun kualitasnya, bisa-bisa nanti makin ditolak lagi,a�? katanya.

Kepala Desa Lepak Timur, Sakra Timur, M Tahir mengaku tak habis pikir dengan apa yang dilakukan perusahaan. Pasalnya, petani yang menanam tembakau berada dalam pendampingan mereka sepanjang masa penanaman.

Mulai dari pemilihan bibit, penentuan waktu memulai penanaman, hingga perlakuan yang diberikan selama perawatan dan proses panen, petani terus mengikuti instruksi perusahaan. Sehingga menurutnya segala jenis kualitas yang dihasilkan, juga menjadi tanggung jawab perusahaan. a�?Mau bagus atau jelek, itu tanggung jawab perusahaan,a�? ujarnya.

Desanya yang menjadi salah satu sentra petani tembakau tahun ini dikatakan menghasilkan banyak tembakau kualitas rendah. Faktor cuaca diakui menjadi kendala. Namun sesuai aturan, terlebih petani sudah mengikuti segala arahan perusahaan, ia mengatakan tak ada alasan penolakan dilakukan. a�?Saya sudah pusing dengar keluhan petani, perusahaan jangan maunya enak saja,a�? katanya.

Sebelumnya Wakil Bupati H Haerul Warisin mengatakan perusahaan harus membeli seluruh tembakau petani. Tak sekadar membeli, ia juga ingin petani tetap mendapat keuntungan. a�?Beli dengan harga yang bisa buat mereka untung,a�? ujarnya.

Dia meyakini perusahaan tak mungkin merugi. Pasalnya seluruh jenis tembakau dari kualitas tertinggi hingga terrendah dibutuhkan. Terlebih informasi yang diperolehnya, jumlah bahan baku saat ini sangat terbatas, sehingga solusinya adalah menampung seluruh hasil petani. a�?Jangan ditunda-tunda, segera beli jerih payah mereka,a�? pesannya. (yuk/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka