Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Potensi DBHCHT Bakal Berkurang

Bagikan

MATARAM – Potensi penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) dan pajak rokok ke NTB diprediksi akan berkurang. Ini terjadi jika wacana menaikkan harga dan cukai rokok tetap dilakukan pemerintah.

a�?Potensi penerimaan DBH CHT sebesar Rp 203 miliar dan pajak rokok Rp 185 miliar per tahun pada 2015 bisa berkurang,a�? kata Anggota DPR RI Komisi XI H Willgo Zainar di FaveHotel Langko Mataram, kemarin (23/8).

Menurutnya, pemasukan tersebut sangatlah berarti. Karena disalurkan untukA� bantuan sosial kepada petani di masing-masing daerah penghasil tembakau dan rokok.

a�?Gubernur juga meminta dapat memperjuangkan nasib petani tembakau termasuk dana DBH CHT dan pajak rokok ini,a�? jelasnya.

Willgo sendiri merasa ragu jika wacana diterapkan. Pasalnya, tidak akan menambah penerimaan negara secara signifikan. Bahkan konsumsi rokok akan jauh berkurang.

a�?Saya ragu kebijakan ini jika diterapkan akan menambah penerimaan negara,a�? kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB ini.

Lebih jauh ia melihat, bila produksi tembakau menurun maka berdampak pada industri rokok. Di mana industri akan mengurangi jumlah karyawan dan pembelian tembakau di tingkat petani.

a�?Hampir 6 juta orang menggantungkan hidupnya di industri rokok. Dampaknya akan kemana-mana,a�? terangnya.

Multiefek ini, kata dia, tentu sangat mengganggu perekonomian. Terlebih disaat Indonesia khususnya NTB, ingin mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan produksi pertanian rakyat khususnya pertembakauan.

Tidak hanya itu saja. Ia khawatir jika cukai rokok mahal maka akan banyak lagi industri rokok ilegal yang menggunakan cukai palsu. Saat ini saja sudah 11 persen industri rokok ilegal yang menggunakan cukai rokok palsu.

Selain itu dengan tingginya harga rokok bisa menjadi faktor yang mempengaruhi tingginya angka inflasi daerah dan nasional.

a�?Jadi pandangan saya tidak sependapat dengan wacana ini jika melihat aspek penerimaan negara, petani dan pertanian khususnya tembakau virginia kita yang terbaik di dunia,a�? kata Willgo.

Ia berharap, pemerintah dapat mengkaji wacana tersebut lebih jauh lagi. Karena menyangkut kebutuhan sekunder yang mendekati primer. Serta dampak-dampak lainnya yang merugikan petani hingga industri rokok.

a�?Kalau pun naik, cukai rokok kisaran 2 hingga 5 persen saja, dan mencoba menggali potensi cukai lainnya,a�? tandasnya. (ewi/r3)

Komentar

Komentar