Ketik disini

Tanjung

Sertifikasi Pekerja Wisata Kurang Diminati

Bagikan

TANJUNG – Dalam perkembangan pariwisata di Lombok Utara, pemda tidak hanya memfokuskan pengembangan SDM. Akan tetapi, pemda juga memikirkan sertifikasi pekerja. Hanya saja minat pekerja untuk disertifikasi dianggap masih kurang.

a�?Tahun lalu saja kurang peminat, jadi untuk tahun ini kita belum tahu bisa digelar lagi atau tidak,a�? ujar Kabid Promosi Pariwisata Dispar Lombok Utara Bratayasa.

Dijelaskannya, dari sertifikasi pada tahun 2015 lalu, dari sasaran 500 orang hanya setengahnya saja yang ikut. a�?Padahal sertifikasi itu gratis, tetapi kemarin hanya setengah saja yang mengikuti,a�? keluhnya.

Dalam pelaksanaanya, Dispar hanya memfasilitasi tim asesor dari LSP Bali dibawah Pando. Meskipun sertifikasi merupakan imbauan Kementerian Pariwisata langsung, nampaknya para pekerja banyak yang memilih tidak mengikuti.

a�?Padahal dalam aturan itu kan sudah jelas, jadi kalau pekerja kita tidak mau ikut, yah bagaimana bisa bersaing dengan daerah lain,a�? jelasnya.

Menurutnya, sertifikasi sangat perlu didapat. Terlebih, uji kemampuan itu meliputi bahasa Inggris hingga mempunyai pengalaman kerja di hotel minimal dua tahun.Ini untuk menciptakan pekerja pariwisata yang kompeten dan kompetitif.

a�?Mereka itu ditekankan pada pelayanan tamu, penguasaan teknik sesuai bidang, serta pengetahuan informasi. Artinya sertifikasi ini bagian penting bagi pekerja pariwisata,a�? paparnya.

a�?Kalau tahun ini terlaksana kembali, kita akan sosialisasikan lebih intens agar lebih banyak pekerja yang sadar pentingnya sertifikasi ini,a�? imbuhnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka