Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

UMKM Serap 97,16 Persen Lapangan Pekerjaan

Bagikan

MATARAM – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setiap tahun terus berkembang. Diperkirakan jumlah UMKM di IndonesiaA� 56,63 juta dengan dominasi unit usaha sekitar 99,99 persen.

a�?UMKM telah mampu membuka lapangan pekerjaan se-Indonesia 97,16 persen,a�? kata Kepala BI NTB Prijono.

Ia menjelaskan agar UMKM terus berkembang dibutuhkan orang-orang A�berkompeten di dalamnya. Mereka harus siap bekerja mengembangkan produknya agar bisa merambah pasar nasional maupun internasional. Sebab peluang pasar UMKM tidak hanya di daerah namun juga bisa lebih luas lagi.

Banyak pihak yang ikut mendorong perkembangan UMKM ini. Lembaga keuangan berperan dalam intermediasi keuangan, terutama memberikan pinjaman dan pembiayaan kepada pelaku UMKM.

Pemerintah dan Bank Indonesia berperan dalam regulasi sektor ril dan fiskal, penerbitan izin usaha, penerbitan sertifikasi tanah yang dapat digunakan sebagai agunan oleh UMKM. Termasuk penciptaan iklim usaha yang kondusif, sebagai sumber pembiayaan dan agen pembangunan.

Katalisator berperan mendukung perbankan dan UMKM, termasuk Promoting Enterprise Access to Credit (PEAC) Unit, dan perusahaan penjamin kredit. Fasilitator berperan mendampingi dan membantu UMKM memperoleh pembiayaan bank, membantu bank memonitor kredit, dan menyediakan konsultasi teknis pengembangan UMKM.

a�?UMKM sendiri berperan sebagai pelaku usaha, pembayar pajak, dan penyerap tenaga kerja,a�? ujarnya.

Sementara itu Bank Indonesia berperan sebagai regulator, merupakan lembaga negara yang memiliki tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Antara lain ditempuh melalui upaya pengendalian inflasi, demi mencapai laju inflasi rendah dan stabil.

a�?Di sisi lain, peran UMKM di Indonesia sangat strategis baik dari sisi jumlah unit usaha, sumbangan terhadap PDRB, penyerapan tenaga kerja, ekspor, dan investasi,a�? tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia mengembangkan UMKM dengan cara mewujudkan stabilitas moneter. Baik itu melalui pengendalian inflasi dari sisi penawaran, stabilitas sistem keuangan. Termasuk terlaksananya fungsi intermediasi perbankan yang lebih seimbang. Di mana kehandalan sistem pembayaran melalui dukungan terhadap penggunaan rupiah dan pemanfaatan elektronifikasi pembayaran.

a�?Bank Indonesia di daerah membantu mengawasinya,a�? terangnya.

Salah satu UMKM binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB, adalah UMKM Kelompok Ares. Kelompok ini menyebut dukungan BI dalam pengembangan usahanya cukup baik. Apalagi dalam memperkenalkan produk UMKM yang dibinanya.

a�?BI tetap mengupayakan binaan bisa ikut pameran produk baik daerah maupun nasional,a�? kata Ketua Kelompok Ares Baiq Rokh Hilmi. (nur/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka