Ketik disini

Selong

Vicky Bermandikan Keringat, Noubell Memar Sana-sini

Bagikan

Ada yang berbeda dalam pagelaran Peresean yang dilakukan di Sikur, Lombok Timur (Lotim) sore kemarin (23/8). Petarungnya bukanlah pepadu sembarangan. Vicky Irama putra Raja Dangdut, Rhoma Irama turun ke gelanggang. Ia A�melawan Noubell seorang bule asal Kanada.

***

SORAK sorai penonton sontak bergemuruh. Mereka yang memadati lapangan Sikur langsung meningkat berkali lipat semangatnya. Teriakan memberi dukungan tak henti diucapkan ketika nama Vicky Irama dipanggil masuk ke arena.

Putra Raja Dangdut A�itu memutuskan ikut dalam pertarungan peresean kala itu. Keputusannya itu setelah ia mengumpulkan sejumlah keberanian. Butuh waktu beberapa lama bagi seniman panggung ini untuk memutuskan ikut bertarung. a�?Saya mau mencoba seni bela diri suku Sasak,a�? ujarnya.

Menggunakan pakaian merah, ia tampak gagah memasuki arena. Kain dan sapuk khas Sasak tak lupa dikenakan. Penontonpun makin menggila dan mengelu-elukan namanya. Kejutan sore itu tak berhenti di sana. Seorang bule asal Kanada, bernama NoubellA� menjadi lawan Vicky. Dia yang sedari tadi menyaksikan pertandingan sambil sesekali mengambil gambar ternyata tertantang juga.

Melihat lawan yang jauh lebih besar, Vicky rupanya tak terlihat gentar. Pertandingan A�dimulai. Jual beli serangan langsung terjadi. Penjalin (rotan) beradu ditingkahi tabuh gamelan dan sorak sorai penonton. Keduanya melepaskan pukulan. Beberapa kali rotan yang digunakan kedua petarung dadakan itu mengenai lawan masing-masing. Vicky yang terus bergerak lincah mulai tampak kepayahan. Keringat bercucuran dari sekujur tubuhnya. Baju yang dikenakanpun tampak basah seperti tersiram air.

Tapi itu bukan berarti dia kalah dan terpojok. Sambaran penjalin yang ia ayunkan beberapa kali mendarat di tubuh Noubell. Pukulan itu nampak jelas membekas di tubuh putihnya yang memang bertelanjang dada.

Penonton semakin histeris memberi dukungan kepada para petarung amatir ini. Kendati baru mencoba, mereka rupanya belajar dengan cepat. Sesekali ledekan pada lawan dengan berjoget di tengah lapangan ditunjukkan. Tingkah mereka nampak seperti pepadu profesional.

Hingga peluit tanda akhir pertandingan penonton tak henti bersorak. Di arena, keduanya lantas berpelukan. Saling bersalaman dan tertawa bersama. Luka yang mulai membekas di sekujur tubuh seolah tak jadi masalah.

Menurut Noubell, pengalamannya kali ini sangatlah dinikmati. Dia merasa seolah menjadi gladiator yang bertanding dalam sebuah arena sungguhan. a�?Sangat seru, tidak kalah dengan mix martial art (tarung bebas),a�? katanya merujuk pertarungan tunju bebas yang kini tengah mewabah di senatero dunia. (Wahyu Prihadi/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka