Ketik disini

Tanjung

Wabup: Dikbudpora Terlalu Terburu-buru

Bagikan

TANJUNG – Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin menilai Dibudpora terlalu terburu-buru. Pasalnya, setelah mengeluarkan ijazah SMA/SMK, Dikbudpora kemudian menarik kembali ijazah tersebut.

a�?Kalau mereka sabar menunggu pasti tidak ada persoalan,a�? ujar Sarifudin.Untuk diketahui, Dikbudpora Lombok Utara sebelumnya telah mengeluarkan ijazah bagi siswa SMA/SMK.

Namun dalam ijazah tersebut yang menandatangani adalah kepala sekolah yang baru menjabat per 17 Juni 2016 sesuai SK yang dikeluarkan bupati. Padahal tanggal yang tertera pada ijazah adalah 7 Mei 2016.

Dari data yang dimiliki Dikbudpora, siswa yang mengikuti UN tingkat SMA/SMK di Lombok Utara mencapai 2.321 orang. Di mana 1.621 tercatat sebagai siswa SMA/MA dan 700 orang siswa SMK.

a�?Alhamdulillah sudah ada penyelesaian dengan ditariknya ijazah yang sudah dikeluarkan tersebut. Sekarang tinggal mengganti ijazah yang sudah dikeluarkan dengan yang terbaru,a�? kata Sarifudin.

Sementara itu, Sekda Lombok Utara H. Suardi yang mendampingi Wabup saat wawancara mengatakan, yang berhak menandatangani ijazah siswa ini nantinya adalah kepala sekolah yang menjabat saat pengumuman 7 Mei 2016.

a�?Bisa nanti kita kumpulkan mereka meskipun sudah ada yang tidak menjadi kepala sekolah lagi. Sebagai ASN ini kewajiban mereka untuk diperbaiki. Secepatnya akan dilakukan perbaikan,a�? tandasnya.

Sekda menegaskan pemkab tidak ingin mencari siapa yang salah dalam kasus ini. Akan tetapi pemkab lebih mengedepankan solusi. a�?Jangan mencari siapa yang salah, kita cari solusinya saja,a�? cetusnya.

Menurut Sekda, untuk perbaikan ini, Dikbudpora Lombok Utara sudah berkoordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Batlibang) Kemendikbud RI sebagai yang memiliki kewenangan.

a�?Kalau sudah ditarik pasti sudah ada solusinya. Mereka (Dikbudpora) pasti berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang,a�? tuturnya.

Lebih lanjut, Wabup Sarifudin menyatakan, ijazah yang akan dikeluarkan nantinya dinilai tidak termasuk mal administrasi. Karena ada kepala sekolah yang sekarang menjadi guru.

a�?Kecuali kalau ada siswa yang tidak lulus tapi diluluskan. Kalau ini kan murni kesalahan,a�? tandasnya. (puj/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka